Pembelajaran Pendidikan Seni Musik di Sekolah Dasar

 

A.     Beberapa Komponen Proses Belajar Mengajar Musik

1.      Tujuan Pengajaran Musik di SD

Pengajaran musik di SD adalah bagian dari pendidikan keseluruhan anak pada tahap pembentukan pribadinya dalam rangka menuju kepada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya, seperti yang kita cita-citakan bersama. Untuk melaksanakan pengajaran musik di SD hendaknya kita mempunyai rumusan tujuan pengajaran musik di SD itu, agar dalam pelaksanaannya kita dapat selalu berpedoman kepada tujuan yang hendak dicapai. Rumusan tujuan pengajaran musik itu dapat bermacam-macam, tetapi tidak boleh berlawanan dengan tujuan yang tertera dalam kurikulum yang berlaku dan tujuan umum yang kita cita-citakan di atas. Salah satu alternatif rumusan tujuan pengajaran musik di SD itu dapat dibuat sebagai berikut : untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi rasa keindahan yang dimiliki murid melalui pengalaman dan penghayatan musik, kemampuan mengungkapkan dirinya melalui musik, kemampuan menilai musik melalui selera intelektual dan selera artistik sesuai dengan budaya bangsa sehingga memungkinkan murid mengembangkan kepekaan terhadap dunia disekelilingnya, dan dapat meningkatkan dan mengembangkan sendiri pengetahuan dan kemampuannya dalam bidang musik.

Tujuan pengajaran musik di SD ini harus dijabarkan menjadi beberapa tujuan instruksional umum yang lazim disebut TIU sesuai dengan pengelompokkan unsur-unsur musik yang esensial seperti yang telah diutarakan pada bab I, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu, dan ekspresi. TIU-TIU untuk unsur-unsur musik yang esensial ini dapat pula dilihat dalam bab III yang lalu tentang sasaran belajar A, B, C, D, dan E. Agar lebih jelas, TIU-TIU untuk pengajaran musik di SD ini dirumuskan kembali sebagai berikut.

a.       Murid dapat memiliki pengetahuan tentang irama, merasakan irama melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaan gerak irama, membuat gerak irama, membuat pola-pola irama sederhana, dan membaca notasi pola-pola irama dengan benar.

b.      Murid dapat memiliki pengetahuan tentang melodi, merasakan melidi melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaan gerak melodi membuat pola-pola melodi sederhana, dan membaca notasi melodi dengan benar.

c.       Murid dapat memiliki pengetahuan tentang harmoni, merasakan harmoni melalui pengetahuan dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaan gerak harnoni, mengiringi lagu-lagu sederhana dengan alat musik harmoni sederhana dan membaca notasi harmoni dengan dengan sederhana.

d.      Murid dapat memiliki pengetahuan tentang bentuk / struktur lagu melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaan bentuk-bentuk lagu dan mengarang lagu-lagu sederhana.

e.       Murid dapat pengetahuan tentang ekspresi, merasakan ekspresi melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai penginderaan bermacam tingkat ekspresi, menyanyikan atau memainkan lagu-lagu dengan tingkat ekspresi yang tingi.

 

Guru harus dapat memilih dan merencanakan kemampuan dan materi yang akan di ajarkan, yang hasilnya langsung dapat diamati. Hasil yang ingin dicapai ini dirumuskan dalam tujuan-tujuan pengajaran terkecil, yang disebut tujuan Instruksional khusus atau TIK. Semua TIK haruslah selalu mengarah kepada usaha pencapaian TIU-TIU.

 

 

 

2.      Murid Yang Belajar

Proses belajar mengajar dapat terjadi bila ada yang belajar. Yang belajar ini ialah murid. Murid-murid ini datang dari lingkungan yang berbeda-beda. Lingkungan yang selalu mendengarkan musik akan mempercepat perkemabangan rasa musik anak. Pengalaman mendengar dan meniru suara yang sering dilakukan anak itu akan memberikan kemampuan bernyanyi kepadanya, sehingga waktu masuk SD ia sudah dapat menyanyikan beberapa lagu dengan cukup baik. Pengajaran musik yang dimulai dengan kegiatan bernyanyi akan memberikan kesenangan baginya dan segera dapat diikutinya.

3.      guru yang mengajar

untuk dapat melaksanakan pengajaran musik di SD dengan baik guru harus memahami peranan komponen-komponen proses belajar mengajar serta hubungan saling keterkaitannya dalam pengajaran musik. Guru yang mengajar itu hendaklah memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, yang antara lain adalah sebagai berikut :

a.       Memiliki  pengetahuan dan kemampuan yang baik dalam bidang musik, sehingga menguasai isi atau materi pengajaran musik yang disajikan.

b.      Memiliki pengetahuan dan pandangan tentang sifat dan hakikat musik itu sendiri, sifat dan hakikat proses belajar musik, serta sifat dan hakikat pengajaran musik.

c.       Memiliki pengetahuan dan keterampilan bernyanyi dengan menggunakan teknik bernyanyi yang baik.

d.      Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk memainkan alat-alat musik yang digunakan dalam memberikan pengajaran musik

e.       Memiliki pengetahuan dan kemampuan menggunakan berbagai macama metode penyajian yang diperlukan untuk memberikan pengajaran musik.

f.        Memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menjajaki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan tingkat kematangan murid, untuk dapat menentukan materi dan bahan pengajaran musik yang sesuai bagi murid-muridnya; guru haruslah cepat dapat melihat bagian mana dari materi dan bahan pengajaran itu yang sudah dikuasai murid dan mana pula yang belum mereka ketahui. Pengajaran harus selalu disesuaikan dengan tingkat kemampuan murid untuk menerimanya.

g.       Memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memilih dan menentukan lagu-lagu atau komposisi musik yang sesuai dengan kondisi murid-murid, sebagai bahan pengajaran untuk menyampaikan materi pengajaran musik.

h.       Memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mencari dan memilih serta menggunakan sarana dan media yang dapat digunakan untuk memberikan pengajaran musik

i.         Memiliki keterampilan memberikan bahan pengajaran melalui kegiatan pengalaman musik

j.        Memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memilih dan menggunakan metode-metode pengajaran musik yang tepat untuk situasi dan kondisi yang dihadapi

k.      Memiliki pengetahuan dan kemampuan tentang cara memberi penilaian terhadap pencapaian hasil belajar murid

 

4.      Sarana dan Media Pengajaran Musik

Pengajaran musik diberikan melalui pengalaman musik, yang menimbulkan bermacam-macam bunyi. Oleh sebab itu seyogianyalah pengajaran musik ini dilaksanakan di dalam kelas yang khusus dan agak terpisah, sehingga tidak mengganggu kelas-kelas lain yang belajar pada waktu yang sama.

Untuk menuntun murid-murid dalam kegiatan pengalaman musik ini hendaknya dapat disediakan alat musik pengiring yang tepat digunakan, dan sebaliknya dapat disediakan sebuah piano. Piano berguna pula untuk menjelaskan materi pengajaran musik kepada murid. Jika tidak ada piano di sekolah dapat juga digunakan alat musik keyboard yang lain seperti organ atau acordion. Jika organ atau acordion tidak ada, sekurang-kurangnya guru harus dapat menyediakan sebuah gitar.

Untuk membahas unsur melodi hendaknya dapat disediakan alat-alat musik melodi seperti glockenspiel, silopon, melodika, pianika, ricorder, harmonika, atau alat musik melodi apa saja yang dapat disajikan seperti kolintang, angklung, suling bambu, dan sebagainya. Untuk menentukan tinggi nada disediakan pula garpu tala dan puput tala.

Untuk membahas unsur harmoni hendaknya dapat disediakan alat musik harmoni seperti harmonika akor, uku lele, gitar, atau kalau mungkin disediakan otoharpa, yaitu sejenis kecapi yang dapat menghasilkan beberapa macam bunyi akor sesuai dengan yang diinginkan.

5.      Materi dan Bahan Pengajaran Musik

Pengajaran musik ialah pengajaran tentang kemampuan bermusik dengan memahami arti dan makna dari unsur-unsur musik yang membentuk suatu lagu atau komposisi musik, yang disampaikan kepada murid melalui kegiatan-kegiatan pengalaman musik. Unsur-unsur musik sebagai materi pengajaran musik yaitu merupakan suatu kesatuan yang berkaitan erat, membentuk sebuah lagu atau komposisi musik. Untuk kepentingan materi pengajaran musik, unsur-unsur musik itu kita bagi atas lima komponen seolah-olah dapat dipisah-pisahkan yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu, unsur musik inilah yang dijadikan pokok bahasan yang esensial dengan sub-sub pokok bahasan dan uraiannya.

6.      Metode Pengajaran Musik

Metode pengajaran musik ini didasarkan atas tahap tingkat urutan kegiatan belajar musik. Urutan kegiatan musik haruslah mengikuti tahapan syarat tingkat urutan kemampuan bermusik dan tingkat urutan materi pengajaran musik yang logis. Metode yang digunakan seorang guru musik akan sangat tergantung kepada pandangannya tentang sifat dan hakikat musik itu sendiri, sifat dan hakikat balajar musik, sifat dan hakikat pengajaran musik.

Dalcroze (1865-1950) mengemukakan bahwa pelajaran teori musik haruslah diberikan melalui bunyi musik itu sendiri, sehingga anak-anak mendengar alunan bunyi tersebut, menghayati apa yang dinamakan tangga nada, interval dan akornya.

Frigyes Sandor (1975) mengemukakan pula gagasan kodaly yang mengatakan bahwa bernyanyi dan latihan gerak tubuh sangat berhubungan erat, karena irama lagu dapat mempengaruhi dan mengendalikan pusat syaraf serta dapat pula memnerikan latihan kepada tenggorokan dan kerongkongan.

Leonhard dan House (1972) mengatakan bahwa metode-metode pengajaran musik yang digunakan haruslah selalu dihubungkan dengan musik itu sendiri sebagai seni ekspresi. Pengajaran mengenai teknik, notasi, sejarah, atau teori diluar hubungan dengan musik dan ekspresi tidak dapat dibenarkan.

Greenberg (1979) mengatakan bahwa pengalaman-pengalaman musik dapat mengembangkan kemampuan anak untuk mengungkapkan fikiran dan perasaannya melalui bunyi, alat musik, melalui suaranya sendiri, dan melalui gerak tubuhnya.

Rousseau (1712-1778) mengatakan bahwa anak-anak memang harus belajar membaca notasi musik, tetapi janganlah dipaksa buru-buru mempelajarinya karena membaca itu sebenarnya hanyalah merupakan satu alat sedangkan sebuah lagu akan dapat dinikmati dengan mendengarkannya, bukan dengan melihat notasinya.

Curwen (1816-1880) menekankan bahwa dalam pelajaran musik yang dibayangkan anak-anak ialah bunyinya, bukan notasinya, dan dalam kegiatan belajar mengajar, haruslah diciptakan situasi yang menyenangkan bagi anak-anak.

Brocklehurst (1974) mengemukakan bahwa ingatan bayangan nada adalah salah satui dari hal-hal yang sangat penting dalam kemampuan bermusik, dan merupakan persyaratan dasar untuk semua kegiatan musik, baik yang menyangkut kreatifitas, penyajian, maupun dalam mendengarkan musik.

O’Brien (1963) mengemukakan bahaw berdasarkan teori-teori jean piaget dan teori-teori jerome Bruner tentang tahap-tahap berfikir anak telah menyimpulkan bagaimana seharusnya memberikan pengajaran musik.

Edwin E. Gordon (1984) dalam bukunya Learning Sequences in Music, memakai istilah audiation untuk pengertian bayangan penginderaan musik

About these ads

Tentang Desyandri

Desyandri. Lahir di Suliki, Kab. 50 Kota Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 29 Desember 1972. Dosen Tetap di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Memperoleh gelar Ahli Madya (Amd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1996, Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1998. Memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) tahun 2011 Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana UNP. Sedang Tugas Belajar di Program Studi Doktoral (S3) Ilmu Pendidikan sejak tahun 2012 di Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). E-mail: desyandri@yahoo.co.id
Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan Seni Musik. Tandai permalink.

31 Balasan ke Pembelajaran Pendidikan Seni Musik di Sekolah Dasar

  1. Indra. S berkata:

    Ok. banget, makasih

  2. mansurdin ajo berkata:

    Pendidikan seni musik memang penting dalam menumbuhkembangkan intuisi dan imajinasi anak sehingga mempunyai kepekaan sosial dan melahirkan rasa solider antar sesama. Tapi anehnya, pendidikan seni musik masih menjadi “anak tiri yang tidak di akui” dalan kurikulum pendidikan di SD. hal ini menjadi sebuah dilema yang perlu kita carikan solusinya secara bersama.

    • desyandri berkata:

      Prioritas utama yang perlu dilakukan adalah menciptakan pembelajaran seni musik yang kreatif dan menyenangkan, dan memberikan pelatihan-pelatihan terhadap guru-guru yang membelajarkan seni musik. Hal ini sesuai dengan pengalaman yang terjadi di lapangan yang menyatakan bahwa sebagian besar guru-guru belum menguasai materi seni musik itu sendiri.
      Kalau saya berpendapat mata pelajaran seni musik bukan pada posisi marginal akan tetapi berada posisi khusus. Guru yang bisa membelajarkan seni musik adalah guru yang mempunyai keahlian khusus tentang seni musik itu sendiri. Jadi guru mata pelajaran seni musik harus mempunyai bakat tentang musik, dan menguasai seni musik secara teori dan praktik.
      Jadi, guru untuk pembelajaran seni musik dipersyaratkan mempunyai bakat musik dan diberikan oleh guru bidang studi. Terma kasih

  3. Elfian wahyudi berkata:

    terimakasih pak… Saya mau tanya tentang cara memadukan suara anak ke dalam musik pak.karena sulit sekali melatih peserta didik agar suaranya menyatu dengan musik pak.terimakasih pak

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Cara memadukan suara terkait dengan proses latihan solmisasi (1-2-3-4-5-6-7-1 naik dan turun secara berulang-ulang, hingga efek rasa siswa muncul), dikte musik (mendengarkan dan mencobakan), caranya dengan guru membunyikan potongan melodi dan siswa mendengarkan dengan konsentrasi. Setelah itu siswa menirukan irama/melodi yang dimainkan tadi. Proses ini memerlukan alat musik untuk membantu siswa menangkap nada yang dimaikan. Dengan adanya latihan yang kontiniu, maka siswa akan dengan mudah menangkap irama lagu atau musik yang dimainkan. Selamat mencoba

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Berikan pembelajaran dikte musik dan solfegio. Dikte musik: maksudnya siswa diperintahkan untuk menirukan bunyi yang dihasilkan dari alat musik. Hal ini dilakukan dengan kontiniu, hingga siswa dapat menirukan suara musik dengan benar dan senada. Solfegio maksudnya: siswa diberikan latihan membaca notasi, dengan harapan dapat membedakan ketinggian masing-masing not. Sehingga siswa dengan mudah untuk menebak/membunyikan nada dengan benar dan tepat. Kedua metode ini dimulai utude sederhana dan dilakukan dengan kontiniu.

  4. della berkata:

    tapi guru-guru yang mengajar seni musik di sekolah2 SD sekarang kebanyakan bukan guru berkemampuan khusus di bidang musik, kadang setiap wali kelas mengajar pelajaran tsb kepada murid di kelas masing-masing, tidak seperti guru inggris/ agama yang khusus mengajar pada bidang yang mereka kuasai. sepertinya pendidikan seni di indonesia kurang mendapat perhatian, dibanding dengan do luar negri.. pelajarannya terlalu banyak macam ta[pi tak mendalam.. gimana tanggapannya tuh? Makasih…

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Trims… Memang saya akui, guru yang membelajarkan seni musik seharusnya diberikan oleh guru yang memiliki kemampuan musikal. Tetapi kita terikat dengan aturan yang diberikan oleh pemerintah. Bahwa guru SD merupakan guru kelas yang harus mampu membelajarkan semua mata pelajaran. Tetapi hal ini masih bisa disiasati dengan memberikan pelatihan2 seni musik terhadap guru kelas, memberikan pengalaman2 musik, mengapresiasi musik dll. Nah dengan demikian akan bertambah wawasan dan kemampuan musikal guru. Pertanyaanya: Apakah guru kelas mau mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk meningkatkan kemampuan musikalnya yang masih rendah?, apakah guru berpedoman pada kurikulum? dll.

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Seharusnya seni musik di SD diberikan oleh guru-guru yang berkemampuan khusus di bidang seni musik. Jadi pembelajaran akan berjalan sesuai dengan kaidah dan praktik seni musik itu sendiri. Untuk merubah hal ini tentunya perlu kajian dan kebijakan dari kementerian pendidikan nasional. Saya mohon kepada ibu untuk terus menyuarakan ini, baik di lingkungan sekolah atau di lingkungan diknas dimana ibu bertugas. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan masukan kepada kepala sekolah, pengawas sekolah, UPTD, Diknas Kab./Kota untuk merekrut guru seni musik yang berasal dari calon guru dari lulusan seni musik. Selamat mencoba….. tq

  5. karsono berkata:

    salam pendidikan
    ikut urun rembug…sayangnya pembelajaran musik di SD dibebankan pada guru kelas yang notabene tidak semuanya memiliki kemampuan dan dasar-dasar musikalitas yang memadai…artinya posisi pembelajaran musik tetap saja marjinal…

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Permasalahannya, apakah guru-guru SD kita mau untuk merobah pola pikirnya untuk memberikan pembelajaran seni musik di sekolah dasar. Hal ini tentunya akan menambah jam terbang guru untuk lebih meningkatkan kemampuan mereka dalam membelajarkan seni musik dan menggali kembali teori dasar musik mereka. Karena kita tahu bahwa musik itu takkan berarti apabila tidak dipraktikkan. Apalagi kita sebagai dosen, sudah barang tentu harus meikirkan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan untuk memberikan pengalaman seni musik kepada calon guru. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah, menyediakan waktu yang cukup untuk perkuliahan seni musik. Tq pak

  6. vindimurni berkata:

    Mantap..makasih ya..soalnya sudah memberikan pengetahuan tentang pembelajaran seni musik disekolah dan semua permasalahannya.

  7. Januar berkata:

    Terimakasih, pak. semoga ini bermanfaat

  8. hendra berkata:

    bagaimana cara meningkatkan kreativitas siswa dalam dalam bermain pianika dengan menggunakan metode drill pak..??? tolong bantu ya pak…
    maksiih sebelumnya..

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Hendra: Metode drill dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan memainkan pianika. Saran saya: 1) Kuasai Metode Drill, 2) Kuasai langkah pembelajaran memainkan pianika, 3) singkronkan antara metode drill dengan langkah pembelajaran bermain pianika.

  9. pebriyanti (from: BB.22) berkata:

    musik……sangat disukai oleh banxk orang termasuk saya….saya suka dengarin musik & jg ikut menxanxikan nx sklipun. saya brharap musik akan berkembang dengan pesat di dunia pendidikan.dengan adanx musik & bernxanxi pembelajaran akan semakin menxenangkan bagi siswa kita…Go0d Luck ea Bpk Q….

  10. sarmalina simamora berkata:

    Salam kenal pak………saya ingin curhat nih…..anak saya kelas 3 SD sudah diberi pelajaran tentang not balok, lambang dan nilainya, 1, 1/2.1/4,1/8 dstnya…….sementara di kls 3 mereka belum belajar pecahan, jadi dia bingung pada contoh yg diberikan guru, 1/2 +1/4 = 3/4 (not)…saya sedikit kheki juga pak, sebab harapan saya sebagai ortu anak-anak mestinya diberi materi sesuai umurnya. Kasihan kalau teori yang diberikan justru membuat anak jadi kurang mencintai seni musik.Mohon pendapat bapak…..terima kasih

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Ya buk Sarmalina… Nggak apa2 buk, anak kelas tiga baru diperkenalkan dengan berbagai bentuk, nama, dan nilai not. Tetapi belum terlalu rumit. Hal itu tentu membantu siswa untuk mengenal pecahan lebih awal…

  11. Agung berkata:

    - Bagaimana tahapan” dalam mengajarkan materi lagu terhadap anak kelas rendah dan anak kelas tinggi di Sd??

    – Kriteria lagu seperti apa yg mudah dpahami dan mudah dihapalkan baik itu lirik atau nadanya oleh anak kelas kelas rendah di Sd??

    – Metode apa yg relefan. Dengan pengajaran materi lagu di sekolah dasar dan bagai mana penjelasanya??

    • To Agung, …. thanks telah berkunjung…
      – Mengajarkan materi lagu untuk siswa SD kelas rendah/tinggi pada dasarnya sama. Perbedaannya adalah tingkat kesulitan materi lagu. Secara garis besar dapat dilakukan dengan dua cara, yakni: Teknik Vokalia Dasar (termasuk pernafasan dan kualitas suara) dan Latihan dengan menyuarakan notasi lagu (dikte musik dan solfegio). Kedua cara tersebut dapat dilakukan secara bergantian. Sedangkan tahapan dalam bernyanyi dapat dilakukan dengan: (1) latihan pemanasan, (2) latihan solmisasi, (3) latihan potongan-potongan lagu (etude), dan (4) latihan lagu secara utuh.
      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam belajar bernyanyi: (a) lagu-lagu yang sudah dikenal siswa, (b) diharapkan disertai dengan alat titi nada, spt: garpu tala, puput tala, atau menggunakan alat musik.
      – Kriteria lagu yang mudah dicerna atau dipahami siswa SD adalah lagu-lagu: (1) pendek, (2) iramanya gembira, (3) lompatan nadanya tidak terlalu jauh (lagu-lagu yang mengalir), dan (4) ambitus lagu yang tidak terlalu luas.
      – Pada dasarnya semua metode pembelajaran yang ada dapat digunakan untuk mengajarkan materi bernyanyi. Kecenderungan metode yang sering dipakai adalah metode pembelajaran yang lebih mengutamakan unjuk kerja dan performance…

      • Agung berkata:

        Terima kasih pa atas penjelasan’y
        Ada 1 pertanyaan yg ga saya mengerti :
        – Ruang lingkup apa saja yang ada dalam mata pelajaran seni budaya dan prakarya(SBK) khusus’y kelas 1 dan 4 dalam kurikulum 2013

      • To Agung:
        Ruang Lingkup SBK (KTSP 2006) dan Seni Budaya (K.13) sama..
        Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan meliputi aspek-aspek sebagai berikut: (1) Seni rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, dan sebagainya;
        (2) Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik, apresiasi karya musik; (3) Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan
        dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari; (4) Seni drama, mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni
        musik, seni tari dan peran; dan (5) Keterampilan, mencakup segala aspek kecakapan hidup (life skills) yang meliputi keterampilan personal, keterampilan sosial, keterampilan vokasional dan keterampilan akademik.
        Selain ruang lingkup tersebut, untuk K13 menitikberatkan dua hal yang substansial, yakni: disiplin ilmu itu sendiri dan menumbuhkembangkan karakter siswa…

  12. Agung berkata:

    Ok terima kasih banyak pak…

  13. Titim Husnul Khotimah berkata:

    Pa, tolong jelaskan metode-metode pengajaran seni musik di sekolah dasar.. seperti metode ceramah, metode tanya jawab, dll nya.. kemudian model lagu dalam pembelajaran seni musik di SD.

    • Desyandri berkata:

      Thanks Titim Husnul Khotimah:
      1. Metode2 pembelajaran yang lebih lengkap dapat dilihat di buku Metode dan Strategi Belajar Mengajar atau bisa juga di download di google,
      2. Lagu model untuk pembelajaran seni musik di SD dapat menggunakan lagu2 yang pendek, mudah dimengerti, dan mengandung nilai2 edukatif, serta dapat membantu peserta didik diantaranya untuk mengekspresikan dan mengapresiasi karya musik, meningkatkan rasa musikalitas, mengolah vokal peserta didik.

  14. Titim Husnul Khotimah berkata:

    iyah pa.. terimaksih penjelasannya..

  15. Ping balik: Pendidikan Seni Musik di Sekolah Dasar | iswarajati

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s