PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN BERNYANYI PADA SISWA KELAS VI

PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN BERNYANYI PADA SISWA KELAS VI
SEKOLAH DASAR

OLEH
HAVID ZULKARNAIN
NIM : 75925

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2009
HALAMAN PERSETUJUAN UJIAN TUGAS AKHIR

Judul : Penggunaan Metode Demonstrasi Dalam Pembelajaran
Bernyanyi pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar
Nama : Havid Zulkarnain
NIM : 75925
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Fakultas : Ilmu Pendidikan UNP

Padang, Januari 2009
Mengetahui, Disetujui Oleh,
Ketua Jurusan PGSD FIP UNP Pembimbing

Drs. Syafri Ahmad, M. Pd Desyandri, S. Pd
NIP. 131 754 689 NIP.132 319 398

HALAMAN PENGESAHAN LULUS UJIAN TUGAS AKHIR
PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN BERNYANYI PADA KELAS VI SEKOLAH DASAR

Nama : Havid Zulkarnain
NIM : 75925
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Fakultas : Ilmu Pendidikan UNP

Padang, Januari 2009
Tim Penguji

Nama : Tanda Tangan

Penguji I : Desyandri, S. Pd (…………………………….)

Penguji II : Drs. Arwin, S. Pd (…………………………….)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan kurnia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini yang berjudul “ Penggunaan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bernyanyi pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar “.
Tugas Akhir ini dibuat untuk memenuhi persyaratan Diploma II (D-2) Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.
Dalam pembuatan tugas akhir ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung, karena tanpa bantuan mereka mungkin penulis tidak akan dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Oleh karena itu penulis mengucapkan terma kasih kepada :

1. Bapak Drs. Syafri Ahmad, M.Pd selaku Ketua Jurusan PGSD.
2. Ibu Farida F, M. Pd. MT selaku ketua UPP 1 Air Tawar
3. Bapak Desyandri, S.Pd, selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir
4. Bapak Drs. Arwin, S.Pd, selaku Dosen Penasehat Akademik.
5. Bapak dan ibuk dosen pengajar jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Padang.
6. Kedua orang tua penulis, yang telah membantu baik secara moril maupun materil.
7. Teman-teman yang ikut membantu hingga selesainya penulisan Tugas Akhir ini.
8. Semua pihak yang ikut membantu penyelesaian pembuatan Tugas Akhir ini.
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih banyak kekurangan yang perlu disempurnakan lagi, maka dengan ini penulis mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan Tugas Akhir ini, dan sebagai pedoman serta acuan untuk masa yang akan datang.
Akhir kata penulis berharap semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi pembacanya khususnya Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Padang, Januari 2009

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN PERSETUJUAN UJIAN TUGAS AKHIR
HALAMAN PENGESAHAN LULUS UJIAN TUGAS AKHIR
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………….. iii
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………………………………………………………………………… 1
B. Identifikasi Masalah …………………………………………………………………. 4
C. Tujuan Penulisan ……………………………………………………………………… 4
D. Manfaat Penulisan ……………………………………………………………………. 5
II. KAJIAN TEORI
A. Pembelajaran …………………………………………………………………………… 6
B. Metode Demonstrasi ………………………………………………………………… 10
C. Seni Musik………………………………………………………………………………. 15
D. Bernyanyi ……………………………………………………………………………….. 16
III. PEMBAHASAN
A. Dasar-dasar Teknik dalam Bernyanyi …………………………………………. 18
B. Panduan dalam Bernyanyi …………………………………………………………. 21
C. Meningkatkan Kemampuan Anak Bernyanyi ………………………………. 25
D. Kiat dalam Bernyanyi ………………………………………………………………. 25
E. Penggunaan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bernyanyi … 26
F. Penilaian Bernyanyi …………………………………………………………………. 33
G. Upaya yang Dilakukan Guru dalam Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa dalam Pembelajaran Bernyanyi ……………………………………….. 34
IV. PENUTUP
A. Simpulan ………………………………………………………………………………… 36
B. Saran ……………………………………………………………………………………… 37
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Musik adalah suatu karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur – unsur musik, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur lagu, dan ekspresi. Sama halnya dengan musik, pendidikan seni musik lebih menitik beratkan kepada bagaimana seorang guru menampilkan dan memberikan pendidikan seni musik tersebut secara baik dan benar sesuai dengan kurikulum yang telah ada.
Selain itu, seni musik adalah satu cabang seni yang diungkapkan melalui rangkaian nada yang harmonis secara beraturan dimana musik merupakan media yang menyentuh rasa serta nilai-nilai keindahan. Terjadinya bunyi yang harmonis pada sebuah alat musik dan olah vokal sangat dipengaruhi oleh kondisi alat musik itu sendiri, ilmu, serta keterampilan yang dimiliki oleh siswa.
Tujuan dari mata pelajaran seni musik adalah agar peserta didik memiliki kemampuan dalam memahami konsep dan pentingnya seni musik, menampilkan kreativitas melalui seni musik, dan menampilkan sikap apresiasi terhadap seni musik. Selain itu, ruang lingkup mata pelajaran seni musik meliputi aspek-aspek yaitu kemampuan menguasai olah vokal, memainkan alat musik, dan apresiasi karya musik.
Selaku guru sekolah dasar pendidikan seni musik dibelajarkan untuk mengetahui konsep pendidikan seni musik secara teori dan praktek serta tidak menciptakan atau melahirkan musisi-musisi hebat tetapi lebih menekankan kepada pengenalan secara umum tentang seni musik yang diajarkan di sekolah dasar. Dalam pembelajaran seni musik di sekolah dasar sebenarnya tidak terhambat pada masalah minat dan bakat siswa tersebut, tetapi juga bagaimana seorang guru tersebut memberikan materi pembelajaran seni musik khususnya bernyanyi dan bagaimana cara pembelajaran bernyanyi tersebut diajarkan. Dalam hal ini siswa tidak dituntut menjadi seniman, melainkan hanya untuk memperoleh pengalaman berekspresi dan berapresiasi yang bersifat keterampilan dasar, bukan keterampilan individu seperti sekolah-sekolah khusus musik.
Salah satu pembelajaran seni musik di sekolah dasar adalah pembelajaran bernyanyi. Sewaktu taman kanak – kanak anak telah diperkenalkan dengan dunia musik khususnya bernyanyi hal itu membuat dan menjadikan anak sedikit banyaknya telah mengetahui dan mengenal bernyanyi secara umum.
Jamalus ( 1988 : 46 ) berpendapat bahwa “Kegiatan bernyanyi adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak, dan pengalaman bernyanyi ini memberikan kepuasan kepadanya, selain itu bernyanyi juga merupakan alat bagi anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya”.
Berdasarkan kutipan di atas pembelajaran bernyanyi bagi anak-anak khususnya siswa sekolah dasar adalah hal yang menyenangkan bagi anak dan paling disukai karena dengan bernyanyi anak lebih bisa mengungkapkan pikiran dan perasaannya.
Tetapi dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan dan kendalanya salah satunya adalah guru yang dalam proses pembelajaran pendidikan seni musik khususnya dalam pembelajaran bernyanyi hanya menggunakan metode ceramah tanpa mendemonstrasikannya terlebih dahulu, sehingga siswa menjadi kaku, tidak bersemangat, bosan dan bahkan tidak mengikuti pembelajaran dengan baik.
Dari observasi yang sudah penulis lakukan di SDN 19 Batang Anai pada tanggal 27 agustus 2007 penulis melihat dalam pembelajaran bernyanyi di sekolah guru hanya memerintahkan dan meminta siswa untuk bernyanyi saja tanpa memberikan contoh terlebih dahulu bagaimana bernyanyi itu, sehingga pada pembelajaran tersebut kurang efektif dan siswa akan merasa bosan dan jenuh sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai sepenuhnya.
Selain itu, banyak sebahagian guru yang kurang menguasai materi pembelajaran seni musik khususnya pembelajaran bernyanyi, kebanyakan guru hanya membaca materinya pembelajaran seni musik khususnya pembelajaran bernyanyi saja tanpa melalui pengalaman musik. Kemudian dalam pembelajaran bernyanyi di sekolah dasar kebanyakan sebahagian guru kurang bisa bernyanyi sesuai dengan teknik bernyanyi, sehingga dalam proses belajar mengajar guru kesulitan dalam memberikan pelajaran bernyanyi.
Dengan penggunaan metode demonstrasi siswa akan lebih mudah untuk memahami dan mengerti pembelajaran bernyanyi tersebut, karena guru langsung mempraktekkan dan mendemonstrasikan pembelajaran bernyanyi secara langsung kepada siswa.
Digunakan metode demonstrasi sebagaimana dikemukakan oleh Zakiah Daradjat (2000:289) “ Metode demonstrasi ini menggunakan peragaan atau percontohan kepada anak didik sehingga anak bisa meniru dan mendapat pengalaman praktis yang biasanya bersifat tahan lama ”.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis mengambil judul “ Penggunaan Metode Demonstasi dalam Pembelajaran Bernyayi pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar ”.
B. Identifikasi Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah:
1) Bagaimana penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran
Bernyanyi di sekolah dasar.
2) Upaya apakah yang dilakukan guru untuk meningkatkan efektivitas penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran bernyanyi di sekolah dasar.

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran yang jelas tentang penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran bernyanyi di sekolah dasar.

D. Manfaat Penulisan
1) Bagi penulis
a) Penulis dapat menganalisa dan mengembangkan praktek pembelajaran seni musik khususnya pembelajaran bernyanyi di sekolah dasar.
b) Penulis memperoleh pengalaman di lapangan tentang pembelajaran seni musik khususnya pembelajaran bernyanyi di sekolah dasar.
2) Bagi guru
a) Meningkatkan proses belajar mengajar khususnya dalam pembelajaran seni musik khususnya pembelajaran bernyanyi di sekolah dasar .
b) Sebagai pedoman nantinya bagi guru-guru yang akan memberikan pembelajaran seni musik khususnya pembelajaran bernyanyi di sekolah dasar.
3) Bagi ilmu pengetahuan
a) Sebagai referensi dalam pembelajaran bernyanyi di Sekolah Dasar.
b) Sebagai pengembangan ilmu pengetahuan tentang seni musik khususnya dalam pembelajaran bernyanyi di sekolah dasar.

II. KAJIAN TEORI
A. Pembelajaran
1. Pengertian pembelajaran
Kata pembelajaran menurut Sagala dan Syaiful ( 2004 : 45 ) adalah terjemahan dari “ Instruction “ yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. Istilah ini banyak dipengaruhi oleh aliran psikologi kognitif wholistik, yang menempatkan siswa sebagai sumber dari kegiatan. Selain itu istilah ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang diasumsikan dapat mempermudah siswa mempelajari segala sesuatu lewat berbagai macam media seperti bahan cetak atau program televisi, gambar, audio dan lainnya.
Pengertian pembelajaran menurut Corey ( 1986 : 195 ) menyatakan “ Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau hasilkan respon terhadap situasi tertentu “ dan William H. Burton berpendapat bahwa “ Pembelajaran adalah upaya memberikan stigmulus, bimbingan, pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar menjadi proses belajar ”.
Selain itu, Diniyati dan Mudjiono ( 1999 : 297) menyatakan bahwa “ Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa berjalan secara aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar, lalu menurut pendapat Jarome Bruner ( 1960 ) “ Pembelajaran adalah guru harus memahami hakekat materi pembelajaran yang diajarkan sebagai suatu ajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir siswa dalam memahami berbagai model pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan berfikir siswa berjalan dengan perencanaan pengajaran yang matang oleh guru “.
Sejalan dengan itu Knirk dan Gustafson ( 1986 : 15 ) berpendapat bahwa “ Pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan dan evaluasi “ dan seterusnya berdasarkan Undang-Undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 terlihat bahwa “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar “.
Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru yang terprogram dan sistematis dimana guru berinteraksi dengan pesrta didik dengan menggunakan sumber belajar.
2. Karakteristik pembelajaran menurut Sanjaya dan Wina ( 2005 : 50 )
Dalam proses pembelajaran terdapat beberapa karakteristik pembelajaran yaitu :
a. Pembelajaran Berarti Membelajarkan Siswa
Dalam konteks pembelajaran tinjauan utama mengajar adalah membelajarkan siswa. Dengan demikian guru tidak lagi berperan hanya sebagai orang yang membimbing dan memfasilitasi agar siswa mau dan mampu belajar. Inilah makna proses pembelajaran berpusat kepada siswa ( students oriented ) dan siswa ditempatkan sebagai subjek belajar yang sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya.
b. Proses pembelajaran berlangsung dimana saja
Proses pembelajaran tidak terjadi di kelas saja karena, kelas bukanlah satu-satunya tempat belajar siswa, siswa dapat memanfaatkan berbagai tempat belajar sesuai dengan kebutuhan dan sifat materi pelajaran.
c. Pembelajaran berorientasi pada pencapaian tujuan
Tujuan pembelajaran bukanlah penugasan materi pelajaran, akan tetapi proses untuk mengubah tingkah laku siswa dengan tujuan yang akan dicapai.
3. Tujuan Pembelajaran menurut Usman ( 2002 : 50 )
Pada prinsipnya ada dua tujuan pembelajaran :
a. Tujuan jangka panjang atau yang dinamakan tujuan terminal, tujuan ini biasanya merupakan jawaban atas masalah atau kebutuhan yang telah dilakukan berdasarkan analisis sebelumnya.
b. Tujuan jangka pendek atau biasanya disebut tujuan instruksional khusus, tujuan ini merupakan hasil pemecahan atau operasionalisasi dari tujuan terminal yang disusun secara hirarkis dalam upaya pemecahan tujuan terminal.
4. Fungsi Pembelajaran menurut Usman ( 2004 : 55 )
Dalam pembelajaran ada beberapa fungsi yang dapat mencapai
keefektifan tujuan pembelajaran, yaitu :
a. Fungsi Perencanaan
Perencanaan yang matang dapat menjadikan pembelajaran menjadi aktif.
b. Fungsi Pengorganisasian
Pengorganisasian pembelajaran meliputi aspek-aspek yaitu menyediakan fasilitas, perlengkapan dan personal yang diperlukan untuk menyusun kerangka yang efisien, kemudian pengelompokkan komponen pembelajaran dalam struktur sekolah secara teratur, membentuk struktur wewenang mekanisme koordinasi pembelajaran, merumuskan dan menetapkan metode dan prosedur pembelajaran, mengadakan latihan metode dan pendidikan dalam upaya pertumbuhan jabatan guru dilengkapi sumber-sumber yang diperlukan.
c. Fungsi Penggerakan
Fungsi penggerakan yang dilakukan pendidik dengan suasana edukatif agar siswa antusias dalam belajar serta mengoptimalkan kemampuan belajarnya yang baik.
d. Fungsi Pengawasan
Pengawasan dalam perencanaan pembelajaran, meliputi :
1) Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
2) Melaporkan tindakan untuk koreksi dan merumuskan tindakan koreksi, menyusun standar – standar pembelajaran.
3) Menilai pekerjaan dan melakukan koreksi terhadap penyimpangan baik instruksional satuan pendidikan maupun proses pembelajaran.
4) Tenaga pendidikan menyelenggarakan kegiatan melalui mengajar, melatih, mengisi, mengembangkan dan mengelola atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.

B. Metode Demonstrasi
1. Pengertian metode
Metode berasal dari bahasa latin “ methodos “ yang berarti jalan yang harus dilalui. Menurut Nana Sudjana ( 2002 : 260 ) “ Metode adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pelajaran, oleh karena itu peranan metode pengajaran sebagai alat untuk menciptakan proses belajar mengajar “.
Sedangkan menurut Sukartiaso ( dalam Moedjiono dan Dimyati 1995 :45 ) “ Metode adalah cara untuk melakukan sesuatu atau cara untuk mencapai suatu tujuan ”.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan pembelajaran, metode sangat diperlukan oleh guru untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.
2. Pengertian Metode Demonstrasi
Kegiatan belajar mengajar akan lebih bersemangat apabila seorang guru dapat menggunakan metode yang menarik dan bervariasi dalam mengajar.
“ Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan “ ( Mulyani Sumantri, dalam Roetiyah 2001 : 82 ).
Pendapat lain menyatakan bahwa metode demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan suatu proses ( Roestiyah N. K 2001 : 83 ).
Menurut Udin S. Wianat Putra, dkk ( 2004 : 424 ) “ Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu untuk memperunjukkan proses tertentu “.
Sedangkan menurut Syaiful Bahri Djamarah ( 2000 : 54 ) : “Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran “.
Dari beberapa pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa metode demonstrasi menurut penulis adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan secara langsung proses terjadinya sesuatu yang disertai dengan penjelasan lisan.
3. Keunggulan Metode Demonstrasi
Menurut Elizar ( 1996 : 45 ), keunggulan dari metode demonstrasi adalah kemungkinan siswa mendapat kesalahan lebih kecil, sebab siswa mendapatkan langsung dari hasil pengamatan kemudian siswa memperoleh pengalaman langsung, siswa dapat memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang dianggap penting, bila melihat hal-hal yang membuat keraguan, siswa dapat bertanya langsung pada guru.
Sedangkan menurut M. Basyiruddin Usman ( 2002 : 46 ) menyatakan bahwa keunggulan dari metode demonstrasi adalah perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada pokok bahasan yang akan didemonstrasikan, memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat, menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil suatu kesimpulan, karena siswa mengamati secara langsung jalannya demonstrasi yang dilakukan.
Adapun menurut Syaiful Bahri Djamarah ( 2000 : 56 ) menyatakan bahwa keunggulan metode demonstrasi adalah membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu kegiatan pembelajaran, memudahkan berbagai jenis penjelasan, kesalahan- kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret dengan menghadirkan objek sebenarnya.
Dari ketiga pendapat di atas dapat penulis ambil kesimpulan bahwa keunggulan metode demonstrasi adalah siswa dapat memusatkan perhatiannya pada pokok bahasan yang akan didemonstrasikan, siswa memperoleh pengalaman yang dapat membentuk ingatan yang kuat, siswa terhindar dari kesalahan dalam mengambil suatu kesimpulan, pertanyaan-pertanyaan yang timbul dapat dijawab sendiri oleh siswa pada saat dilaksanakannya demonstrasi, apabila terjadi keraguan siswa dapat menanyakan secara langsung kepada guru, kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki karena siswa langsung diberikan contoh konkretnya.
4. Kelemahan metode Demonstrasi
Walaupun memiliki beberapa kelebihan, namun metode demonstrasi ini juga memiliki beberapa kelemahan-kelemahan.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah ( 2000 : 57 ), ada beberapa kelemahan metode demonstrasi yaitu anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan, tidak semua benda dapat didemonstrasikan, sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
Dari pendapat di atas dapat penulis simpulkan bahwa kelemahan metode demonstrasi adalah tidak semua benda dan materi pembelajaran yang bisa didemonstrasikan dan metode ini tidak efektif bila tidak ditunjang oleh keterampilan guru secara khusus.
Meskipun metode ini memiliki banyak kelemahan-kelemahan, penulis melihat metode ini sangat bagus sekali apabila diterapkan dalam pembelajaran bernyanyi, karena siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru mengenai cara bernyanyi, tetapi siswa juga dapat langsung mempraktekkan kegiatan bernyanyi yang dipelajari. Hal ini akan menghilangkan kejenuhan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Agar pelaksanaan metode demonstrasi berjalan baik, alangkah baiknya guru memperhatikan hal-hal berikut : rumuskan tujuan instruksional yang dapat dicapai oleh siswa, susun langkah-langkah yang akan dilakukan dengan demonstrasi secara teratur sesuai dengan skenario yang direncanakan, persiapkan peralatan atau bahan yang dibutuhkan sebelum demonstrasi dimulai dan atur sesuai skenario yang direncanakan, teliti terlebih dahulu alat dan bahan yang akan digunakan agar demonstrasi berhasil dilakukan, perhitungkan waktu yang dibutuhkan sehingga kita dapat memberikan keterangan dari siswa bisa mengajukan pertanyaan apabila ada keraguan.
Selama demonstrasi berlangsung hendaknya guru memperhatikan hal-hal sebagai berikut : apakah demonstrasi dapat diikuti oleh setiap siswa, apakah demonstrasi yang dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan, apakah keterangan yang diberikan dapat didengarkan dan dipahami oleh siswa, apakah siswa telah diberikan petunjuk mengenai hal-hal yang perlu dicatat, apakah waktu yang tersedia dapat digunakan secara efektif dan efisien.

C. Seni Musik
1. Pengertian seni musik
Menurut Jamalus ( 1988 : 1 ) seni musik adalah suatu karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur lagu, dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Lagu atau komposisi musik baru itu merupakan hasil karya seni jika diperdengarkan dengan menggunakan suara ( nyanyian ) atau dengan alat-alat musik.
2. Tujuan mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan
Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan antara lain memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan, menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan, menampilkan kreatifitas melalui seni budaya dan keterampilan, menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global.
3. Ruang lingkup mata pelajaran seni budaya dan keterampilan
Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : seni rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak dan sebagainya. Seni musik mencakup kemampuan untuk menguasai vokal, memainkan alat musik, apresiasi karya musik. Seni tari mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh, dengan dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari. Seni drama mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni musik, seni tari dan peran. Keterampilan mencakup segala aspek kecakapan hidup (life skills) yang meliputi keterampilan personal, keterampilan sosial, keterampilan vokasional dan keterampilan akademik.

D. Bernyanyi
1. Pengertian Bernyanyi
Menurut Jamalus (1988 : 46) kegiatan bernyanyi adalah merupakan kegiatan dimana kita mengeluarkan suara secara beraturan dan berirama baik diiringi oleh iringan musik ataupun tanpa iringan musik. Bernyanyi berbeda dengan berbicara bernyanyi memerlukan teknik-teknik tertentu sedangkan berbicara tanpa perlu menggunakan teknik tertentu.
Bagi anak kegiatan bernyanyi adalah kegiatan yang menyenangkan bagi mereka, dan pengalaman bernyanyi ini memberikan kepuasan kepadanya. Bernyanyi juga merupakan alat bagi anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.
2. Kemampuan anak – anak bernyanyi
Secara umum kemampuan anak-anak bernyanyi dapat dibagi atas lima macam yaitu :
a. Mereka yang dapat bernyanyi tanpa bantuan. Yang termasuk
golongan ini adalah murid – murid yang dapat menyanyikan nada dengan tepat dan tetap, serta mau dan mampu bernyanyi sendiri.
b. Mereka yang dapat bernyanyi dengan bantuan. Ialah mereka yang
belajar bernyanyi secepat murid macam pertama yang telah disebutkan jika bernyanyi bersama-sama.
c. Mereka yang memulai atau mengakhiri lagu tidak tepat. Mereka
dapat bernyanyi dengan tinggi nada yang benar tetapi pada saat yang salah.
d. Mereka yang bernyanyi dalam oktaf yang salah. Mereka cenderung
menyanyikan melodi dengan nada satu oktaf lebih rendah dari tinggi nada yang sudah ditentukan.
e. Mereka yang bernyanyi kurang tepat dengan oktaf yang salah.
Murid-murid ini menghadapi dua masalah. Yang pertama mereka memulai atau mengakhiri lagu tidak pada waktu yang tepat, yang kedua mereka cenderung menggunakan suara rendah.

III. PEMBAHASAN
Bernyanyi merupakan suatu kegiatan membaca dan membunyikan nada-nada atau partitur musik dengan suara manusia secara baik dan benar. Untuk menjaga nada serta suara maka bernyanyi dapat dilakukan dengan bantuan musik pengiring, terutama bagi anak-anak. Banyak cara-cara serta langkah-langkah teknik dalam bernyanyi dimana hal tersebut sangat penting dipahami dan alangkah baiknya dapat dikuasai oleh seorang guru.
A. Dasar – dasar teknik dalam bernyanyi
Agar dapat bernyanyi dengan baik, hendaknya harus mempelajari dasar-dasar teknik bernyanyi yang mencakup sikap badan, pernafasan, pembentukan suara, artikulasi, dan resonansi.
1. Sikap Badan
Sebenarnya badan merupakan alat musik bagi seorang penyanyi, oleh sebab itu penyanyi haruslah selalu menjaga dan merawat instrumennya ini, yaitu badannya agar tetap sehat dan kuat. Sikap badan yang baik untuk bernyanyi adalah sebagai berikut :
1) Duduklah di kursi atau bangku agak ke pinggir bagian depan
dengan bobot badan bertumpu pada bagian bawah tulang pinggul.
2) Tarik dan regangkanlah tulang pinggang sehingga tegak lurus dan
otot perut agak dikencangkan sehingga tidak kendur.
3) Dada agak dibusungkan sehingga tulang rusuk terangkat, dan
rongga dada akan bertambah besar.
4) Tarik dan regangkanlah tulang tengkuk sehingga leher tegak lurus, dan posisi kepala juga lurus dengan pandangan lurus kedepan.
2. Pernafasan
Dalam pernafasan terdapat kerjasama otot-otot badan, yaitu otot dada, otot perut, dan sekat rongga badan atau diafragma.
1) Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang dilakukan dengan mengisi udara ke dalam paru-paru bagian atas. Akibatnya, dalam pernapasan ini bahu dan dada tampak dan terangkat ke atas. Pernapasan ini kurang baik bagi seorang penyanyi, karena paru-paru tidak diisi penuh oleh udara. Dari segi penampilan, sewaktu melakukan pernapasan akan terkesan tidak bagus karena dada dan bahu selalu terangkat sewaktu mengambil napas.
2) Pernapasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang terjadi karena gerakan perut yang menggembung. Rongga perut menjadi besar, sehingga udara dari luar dapat masuk. Pernapasan ini juga tidak baik untuk seorang penyanyi, karena otot perut tidak akan kuat lama menahan udara yang telah dihirup. Akibatnya penyanyi akan cepat merasa lelah.
3) Pernafasan diafragma
Pernapasan diafragma adalah pernapasan yang paling ideal untuk seorang penyanyi. Diafragma lebih kuat menahan napas. Sekat rongga badan (diafragma) terletak membatasi rongga dada dan perut, pada waktu istirahat melengkung ke atas, sebagian masuk ke dalam dada.
3. Pembentukan Suara
Salah satu cara untuk mendapatkan suara yang bulat itu adalah sebagai berikut:
a. Ucapkan A dengan membuka mulut dan menurunkan rahang bawah. Bagian belakang mulut akan terbuka, dan bagian depan mulut pun terbuka pula.
b. Ucapkan O juga dengan menurunkan rahang bawah. Bagian depan mulut terbuka, akan tetapi tenaga bibir atas dan bawah berbentuk bulat.
c. Dengan bentuk mulut untuk ucapan O ini, ucapkanlah A. Dengan demikian bagian belakang mulut terbuka sehingga dapat mengeluarkan bunyi vokal A yang penuh dan bulat.
4. Artikulasi
Artikulasi suara adalah cara mengucapkan kata-kata sambil bersuara. Dan meningkatkan artikulasi yang jelas artinya meningkatkan cara pengucapan kata-kata agar mudah di mengerti. Pengertian serupa juga diterangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dinyatakan bahwa artikulasi adalah bunyi bahasa yang terjadi karena gerakan alat ucap.
5. Resonansi
Resonansi adalah ikut bergetarnya sebuah benda lain akibat getaran benda yang utama. Bila dikaitkan dengan dengan suara manusia, maka suara yang dihasilkan oleh pita suara akan diperkuat oleh udara yang ada di dalam rongga dan dinding-dinding resonansi itu sendiri berupa getaran-getaran pada tulang rongga resonansi tersebut. Yang termasuk suara resonansi adalah rongga tenggorokan, rongga mulut, rongga hidung, dan rongga dada.

B. Panduan dalam bernyanyi
Dalam bernyanyi sebaiknya kita perlu mengetahui hal-hal dalam bernyanyi, diantaranya adalah :
1. Pengetahuan tentang nada atau paham dengan nada
Pengetahuan tentang nada merupakan indikator yang penting bagi siswa yang akan melakukan pembelajaran bernyanyi, terutama untuk mengetahui wilayah nada atau rentang nada yang dimiliki. Dengan mengetahui wilayah nada, maka seseorang dapat menentukan dimana nada dasar yang cocok dalam membawakan sebuah lagu.
2. Memahami tempo atau ketukan lagu
Dalam hal ini seorang yang akan bernyanyi apabila tidak paham dan tidak dapat mengikuti tempo serta ketukan lagu yang akan dinyanyikan otomatis tidak akan terjadi harmonisasi antara si penyanyi dengan musiknya.
3. Pendengaran yang baik
Indera pendengaran yaitu telinga sangat berpengaruh terhadap seseorang yang akan bernyanyi, karena apabila seseorang tersebut memiliki pendengaran yang kurang bagus otomatis lagu yang akan dinyanyikan pun akan terdengar tidak bagus disebabkan penyanyi tidak dapat mengikuti tempo dan mengetahui nada dari suatu lagu tersebut.
Latihan pendengaran bertujuan untuk menimbulkan kepekaan pendengaran penyanyi terhadap pitch nada yang berasal dari sebuah alat musik yang standar.
4. Memahami pitch yang tepat
Pitch adalah tingkat ketinggian nada yang sesuai dengan patokan tinggi rendah nada yang sudah baku atau standar. Maka pitch nada yang standar biasanya terdapat pada alat musik yang sudah memiliki nada-nada yang absolut (tone yang tak berubah-ubah).
Suatu lagu yang dinyanyikan atau dimainkan dengan intonasi yang tepat, artinya nada-nada yang dibunyikan dengan pitch yang tepat. Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara yang jernih, nyaring serta enak didengar.
5. Memahami pernapasan dalam bernyanyi
Pernapasan dalam bernyanyi berbeda dengan pernapasan untuk keperluan berbicara sehari-hari. Karena pernapasan untuk keperluan bernyanyi harus dipikirkan sesuai kebutuhan bernyanyi dengan volume udara yang dihirup.
Selain itu pernapasan dalam bernyanyi dilakukan dengan menghirup udara sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya kemudian berhenti sejenak setelah itu dikeluarkan perlahan-lahan dan hemat.
Di dalam bernyanyi kita perlu melakukan persiapan sebelum bernyanyi diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Sebelum bernyanyi terlebih dahulu kita memperhatikan posisi dalam bernyanyi, yaitu posisi yang bagus adalah dengan berdiri tegak.
b) Melakukan latihan-latihan yang bertujuan untuk pembentukan suara dan melatih keluwesan pita suara.
Latihan 1
Do = C, Cis, D, Dis, E, F, Fis, G

1 2 3 4 5 4 3 2 1 2 3 4 5 4 3 2
Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na
Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma
1 . 0 0
Na Na Na Na
Ma Ma Ma Ma
Latihan 2
Do = C, B, Bes, A, As, G
5 4 3 2 1 2 3 4 5 4 3 2 1 2 3 4
No No No No No No No No No No No No No No No No
Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo
5 . 0 0
No No No No
Yo Yo Yo Yo
Latihan 3
Do = C, Cis, D, Dis
1 3 2 4 3 5 4 2 1 . 0 0
Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi

Latihan 4
Do = G, A, B, C, D
1 0 3 0 5 0 1 0 5 0 3 0 1 0 3 0 5 0
Na Na Na Na Na Na Na Na Na
1 0 5 0 3 0 1 . 0
Na Na Na Na
Selain itu ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan sewaktu kita bernyanyi yang tujuannya agar dalam bernyanyi akan didapatkan suara yang baik dan bagus.
a. Bernyanyi dapat dilakukan sambil duduk atau berdiri. Namun untuk mencapai keleluasaan bergerak, maka sebaiknya bernyanyi dilakukan dalam keadaan berdiri.
b. Baik dalam keadaan berdiri maupun duduk, posisi badan harus tetap tegak dengan memperhatikan posisi tulang punggung.
c. Pada saat bernyanyi, kepala hendaknya direndahkan sedikit kearah muka. Dengan demikian urat-urat leher tidak akan menjadi tegang saat bernyanyi.
d. Pada saat bernyanyi mesti diperhatikan tata gerakan tubuh yang tidak berlebihan. Untuk menyalurkan berat badan agar seimbang hendaknya kedua belah kaki sedikit agak direngganggakan satu sama lainnya.
e. Lakukanlah bernyanyi dalam keadaan santai dengan cara membuang semua beban yang tidak perlu, baik beban yang bersifat jasmani (lesu, lelah, lapar, dan lain sebagainya) maupun beban yang bersifat rohani (takut, tegang dan lain sebagainya).

C. Meningkatkan kemampuan anak bernyanyi
1. Sebelum mulai bernyanyi bersama perlu diprhatikan bahwa semua murid telah menyamakan nadanya dengan tepat.
2. Pertahankan agar semua murid selalu menggunakan suara register kepala.
3. Perhatikan agar murid selalu bernyanyi dengan sikap yang baik.
4. Usahakan agar murid bernyanyi, dan tiap murid ikut bernyanyi dalam kegiatan bernyanyi bersama.
5. Berilah kesempatan kepada murid yang belum tepat suaranya.

D. Kiat dalam bernyanyi
Beberapa kiat dalam bernyanyi yang direkomendasikan oleh pakar bidang vokal :
1. Janganlah memaksakan diri untuk menyanyikan nada-nada tinggi yang belum dikuasai.
2. Jangan membiasakan diri meminum es, khususnya pada saat sebelum ataupun sesudah bernyanyi.
3. Jangan memaksakan diri untuk tetap bernyanyi waktu sedang sakit.
4. Makanan-makanan berminyak, pedas-pedas cukup dihindarkan 3 sampai 4 jam sebelum bernyanyi, termasuk minum kopi alkohol dan merokok.
5. Minum segelas air dingin pada pagi hari dan senam sambil menghirup udara pagi sedalam-dalamnya sangat membantu bagi kejernihan suara.
6. Untuk meringankan suara serak dapat dilakukan dengan air liur kita sendiri.
7. Janganlah bernyanyi dengan perut kosong sama sekali atau sangat kenyang, karena akan mempengaruhi kekuatan diafragma.
8. Berusahalah untuk bernyanyi dengan gembira, bebas tanpa ketegangan.

E. Penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran bernyanyi
Salah satu tugas utama seorang guru adalah mengajar. Hal ini akan menyebabkan adanya tuntutan setiap guru untuk dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana seharusnya mengajar. Dengan kata lain setiap guru dituntut untuk memiliki kompetensi mengajar. Bertolak pada kebutuhan seorang guru, berbagai metode pengajaran dapat digunakan. Dalam konteks pembelajaran tinjauan utama mengajar adalah membelajarkan siswa. Dengan demikian guru tidak lagi berperan hanya sebagai orang yang membimbing dan memfasilitasi agar siswa mau dan mampu belajar. Inilah makna proses pembelajaran berpusat kepada siswa ( students oriented ) dan siswa ditempatkan sebagai subjek belajar yang sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya untuk terlaksananya proses belajar mengajar.
Seperti yang dikemukakan Winarno metode demonstrasi adalah dimana seorang guru atau orang lain yang sengaja diminta ataupun siswa itu sendiri memperlihatkan suatu proses kepada seluruh siswa di kelas. Berdasarkan uraian di atas metode demonstrasi lebih menitik beratkan pada bagaimana proses, tindakan dan langkah-langkah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan seorang guru kepada seluruh siswanya.
Dalam penggunaan metode demonstrasi ada tiga tahap yaitu :
1. Tahap Perencanaan
a. Merumuskan tujuan demonstrasi
Tujuan demonstrasi pada pembelajaran bernyanyi adalah :
1) Agar siswa mampu bernyanyi dengan panduan guru.
2) Agar siswa mampu mempraktekkan bernyanyi berdasarkan pedoman yang telah diberikan oleh guru.
3) Agar siswa memperoleh kemampuan dan pengalaman dalam bernyanyi.
Dalam hal ini guru terlebih dahulu memberikan panduan bernyanyi contohnya pada lagu “ Bagimu Negeri “, kemudian guru mempraktekkan ke depan kelas dengan menyanyikan lagu
“ Bagimu Negeri “. Dari contoh yang diberikan guru siswa dapat memperoleh kemampuan dan pengalaman dalam bernyanyi.

b. Penentuan masalah – masalah yang akan di demonstrasikan.
Dalam pembelajaran bernyanyi masalah yang akan didemonstrasikan adalah bagaimana pelaksanaan dan praktek serta cara bernyanyi yang baik dan benar berdasarkan petunjuk dari guru. Selain itu bagaimana cara guru melakukan pembelajaran bernyanyi di sekolah.
Guru mempraktekkan ke depan kelas bagaimana menyanyikan lagu “ Bagimu Negeri ” dengan iringan alat musik seperti keyboard, dan gitar berdasarkan petunjuk serta langkah-langkah yang telah guru berikan diawal demonstrasi.
c. Persiapan terhadap alat dan bahan
Sebelum melakukan demonstrasi guru harus memeriksa kelengkapan media yang akan digunakan pada pembelajaran bernyanyi seperti, keyboard yang memudahkan guru untuk mengiringi siswa atau gitar serta media pembelajaran berupa lirik lagu yang akan diajarkan kepada siswa. Selain itu, guru terlebih dahulu mempersiapakan materi yang cocok bagi siswa misalnya tentang lagu wajib yaitu “ Bagimu Negeri ”. Dalam hal ini alat musik pengiring sangat perlu dipersiapkan agar siswa tidak asal atau menerka dalam menentukan nada sewaktu bernyanyi
d. Persiapan tentang variabel-variabel yang harus dikontrol dengan baik supaya demonstrasi tidak mengalami kegagalan.
Dalam melakukan demonstrasi guru harus mengontrol hal-hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan kegiatan demonstrasi. Hal yang perlu diperhatikan adalah kesiapan media dan kondisi serta keadaan siswa itu sendiri. Kondisi siswa sangat menetukan dalam keberhasilan bernyanyi agak siswa tidak bosan dan jenuh sewaktu guru memberikan pembelajaran bernyanyi. Guru memberikan semacam motivasi agar siswa dalam kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan misalnya dengan mengajak siswa terlebih dahulu menyanyikan lagu-lagu yang bersemangat dan gembira serta lagu-lagu yang umumnya anak-anak suka.

2. Tahap Pelaksanaan
a. Melakukan demonstrasi
Demonstrasi yang dilakukan harus sesuai dengan pokok-pokok yang telah direncanakan oleh guru sebelumnya. Dalam hal mendemonstrasikan pembelajaran bernyanyi ini guru diharapkan dan seharusnya membimbing siswa dalam bernyanyi dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan oleh guru.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran bernyanyi sesuai dengan pelaksanaan metode demonstrasi :
1) Guru terlebih dahulu menentukan nada lagu tersebut terlebih dahulu tinggi nada yang sesuai dengan wilayah suara siswa. Misalnya pada lagu “Bagimu Negeri” nada dasarnya Do = G maka guru menyamakan suara siswa dengan iringan keyboard dengan nada dasar Do = G.
2) Kemudian guru menetapkan tempo dan kecepatan sesuai isi lagu tersebut berdasarkan media guru yang telah dipersiapkan tadi. Lagu “Bagimu Negeri” ketukannya adalah 4 / 4 jadi guru mencontohkan bagaimana ketukan 4 / 4 tersebut yang pada ketukan ke 4 awal mulai bernyanyi.
3) Guru mencontohkan cara menyanyikan lagu tersebut berdasarkan nadanya serta tempo lagu dengan menggunakan alat musik keybord atau gitar. Guru meminta salah seorang siswa untuk berdiri di depan kelas yang bertugas sebagai dirigen. Kemudian guru bernyanyi lagu “Bagimu Negeri” dengan nada dasar Do = G dan ketukan 4 / 4 dengan iringan alat musik.
4) Guru memilah atau memenggal lagu tersebut menjadi menjadi empat bagian. Dari empat bagian lagu tersebut guru mencontohkan satu-satu bait lagu “Bagimu Negeri” tersebut ke depan kelas. Pada bait pertama guru mencontohkan dengan lirik lagu berikut :

Kemudian pada bait kedua guru mengajarkan lirik lagu berikut :

Kemudian pada bait ketiga guru mengajarkan lirik lagu berikut :

Kemudian pada bait keempat guru juga meminta siswa untuk menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” sampai semua siswa dapat menyanyikan lagu tersebut dengan nada, tempo dengan baik dan benar dengan lirik lagu berikut :

5) Guru meminta semua siswa untuk berdiri tegak ditempatnya. Sebelum mulai bernyanyi guru terlebih dahulu menyamakan suara siswa dengan nada dasar Do = G, dan menyanyikan lagu “ Bagimu Negeri ” tersebut secara keseluruhan yaitu dengan menyanyikan seluruh baitnya, apabila masih ada suara siswa yang belum pas nadanya, maka guru membantu siswa tersebut agar suaranya sama dengan suara siswa yang lain dengan iringan keybord dan gitar.
6) Guru mengamati dan mendengarkan siswa bernyanyi apabila masih ada kesalahan atau siswa mengalami kesulitan maka barulah guru memberikan contoh atau memperbaiki kesalahan kalimat-kalimat serta nadanya.
7) Meminta salah seorang siswa yang mengalami kesalahan dalam penempatan nadanya dan kesulitan dalam menyanyikan lagu “ Bagimu Negeri ” tersebut ke depan kelas. Lalu guru memperbaiki kesalahan siswa tersebut dengan memberikan contoh yang benar dalam menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” kepada semua siswa di depan kelas.
8) Guru meminta seluruh siswa untuk menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” tersebut sampai tidak ada lagi yang mengalami kesulitan dalam penempatan nadanya dan kesalahan dalam bernyanyi.

b. Melakukan evaluasi tentang pembelajaran bernyanyi
Evaluasi disini adalah berupa bagaimana penilaian guru tehadap siswa tentang beberapa aspek yang menjadi penilaian guru nantinya. Penilaian-penilaian tersebut adalah meliputi ketepatan nada, tempo lagu, ekspresi, artikulasi dan sebagainya.
3. Tahap Tindak lanjut
a. Siswa menyimpulkan hasil demonstrasi yang telah dilakukan guru Hal ini dilakukan agar guru dapat mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang pembelajaran bernyanyi dengan demonstrasi yang telah dilakukan. Dalam hal ini menyimpulkannya berupa bagaimana siswa dapat mencontohkan kembali bagaimana cara bernyanyi yang sesuai dengan yang dicontohkan oleh guru.
b. Mendiskusikan secara berkelompok hasil demonstrasi dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” secara berkelompok. Mendiskusikannya dengan memberikan pertanyaan apabila ada yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran bernyanyi tersebut.

F. Penilaian bernyanyi
Penilaian bernyanyi ini adalah untuk menilai tingkat pengertian dan pemahaman siswa tentang unsur-unsur musik yang sudah diajarkan, dan menilai tingkat keterampilan siswa menggunakan suaranya.

1. Rasa Irama
a) Apakah irama lagunya tepat, atau sekali-kali lari?
b) Apakah ayunan biramanya mantap
2. Bayangan nada
a) Apakah bernyanyi dengan nada yang murni?
b) Apakah tinggi nadanya tetap bertahan sampai akhir lagu?
3. Rasa Harmoni
a) Apakah nadanya tetap dalam tangga nada yang digunakan?
b) Apakah suaranya berpadu dengan iringan musik?
4. Penguasaan Bentuk lagu
a) Apakah frase melodi dinyanyikan dengan benar?
b) Apakah penggunaan tempat-tempat pernafasan sudah tepat?
5. Penguasaan Ekspresi
a) Apakah mutu nada yang digunakan sesuai dengan jiwa lagu?
b) Apakah tempo lagu dan dinamiknya tepat?
c) Apakah intonasi melodinya sesuai?

G. Upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran bernyanyi
Meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran seni musik khususnya dalam pembelajaran bernyanyi guru dapat memberikan contoh terlebih dahulu bagaimana cara bernyanyi itu dengan baik dan benar yaitu dengan mendemonstrasikannya di depan kelas kemudian guru memilah atau memenggal lagu tersebut menjadi beberapa bagian yang tujuannya agar setiap bagian lagu tersebut siswa bisa lebih mengerti dan memahami lagu tersebut, selain itu guru akan lebih mudah dalam mengajarkan pembelajaran bernyanyi karena siswa dipandu dan diberi petunjuk oleh guru. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran yang dilakukan guru bisa tercapai sehingga tujuan pembelajarannya dapat tercapai.
Selain itu, kegiatan ekstra kurikuler juga sangat membantu dan efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, karena siswa akan lebih fokus menerima materi pelajarannya.
Semua hal yang telah disebutkan penulis di atas tidak akan berjalan dengan baik tanpa diiringi bagaimana SDM guru tersebut dalam melaksanakan pembelajaran bernyanyi, dan pihak sekolah alangkah baiknya menyediakan alat-alat musik agar siswa dapat langsung mempraktekkan apa yang mereka pelajari tentang seni musik.
Kemudian dengan mengadakan lomba-lomba bernyanyi antar kelas agar dapat memotivasi siswa untuk berekspresi dan menggali potensi jiwa seni para siswa yang semakin diasah maka semakin bagus untuk meningkatkan prestasi sekolah.

IV. PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan uaraian masalah di atas yang telah penulis kemukakan mengenai penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran bernyanyi maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Penggunaan metode demonstrasi sangat efektif digunakan dalam pembelajaran bernyanyi, karena dari demonstrasi yang dilakukan guru siswa bisa langsung melihat cara bernyanyi dan siswa pun dapat mempraktekkan langsung bagaimana bernyanyi tersebut.
2. Metode demonstrasi adalah metode yang menggunakan contoh dan peragaan dari guru yang diperlihatkan kepada seluruh siswa atau metode yang dalam pelaksanaannya menggunakan media yang mudah dipahami oleh siswa.
3. Dalam pembelajaran bernyanyi dengan metode demonstrasi siswa lebih mudah memahaminya karena siswa dapat mencontohkan langsung ke depan kelas. Selain itu, pembelajaran bernyanyi sangat disukai oleh siswa, sehingga siswa dengan mudah memahami pembelajaran bernyanyi.
4. Media yang disediakan dalam pembelajaran bernyanyi adalah berupa alat musik keyboard dan gitar agar dalam menemntukan nada guru dan siswa tidak menerka – nerka nada tersebut.
5. Dalam pembelajaran bernyanyi guru memilah atau memenggal frase lagu tersebut menjadi beberapa bagian yang tujuannya agar guru lebih dalam memberikan pembelajran bernyanyo di sekolah dasar.
B. Saran
Melalui makalah ini penulis menyarankan :
1. Sebaiknya untuk menerapkan metode demonstrasi dalam pembelajaran bernyanyi guru bisa memilih (menyesuaikan materi pembelajaran yang cocok) sehingga siswa tidak merasa bosan dan jenuh.
2. Guru sebaiknya memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siswa untuk berekspresi dan berkreasi dalam pembelajaran bernyanyi.
3. Pihak sekolah sebaiknya menyediakan peralatan musik agar siswa dapat belajar dengan menggunakan alatnya lanagsung.
4. Guru harus lebih kreatif dalam memberikan pembelajaran seni musik tersebut agar siswa tidak jenuh dalam pembelajarannya tersebut.
5. Mengadakan ekstra kurikuler seni musik di sekolah agar siswa dapat mengembangkan bakatnya khususnya dalam bidang seni musik.
6. Sebaiknya guru harus memiliki pengalaman musik agar dalam praktek pembelajaran seni musik khususnya pembelajaran bernyanyi guru bisa lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran tersebut.
7. Dalam pembelajaran bernyanyi agar lebih efektif guru mencontohkan dan mendemonstrasikan ke depan kelas terlebih dahulu bagaimana cara bernyanyi dengan baik dan benar. Selain itu, guru juga dapat membentuk atau membagi siswa menjadi beberapa kelompok agar dapat dibandingkan dengan kelompok yang telah dibentuk oleh guru tadi.

DAFTAR RUJUKAN

Ardipal. 2004. Buku Ajar Pengantar Teknik Vokal. Padang : UNP
Banoe Pono. 2003. Pengantar Pengetahuan Harmoni. Yogyakarta : Kanisius
Ellizar. 1996. Pengembangan Program Pengajaran. Padang : IKIP
Jamalus. 1988. Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik. Jakarta :
Depdikbud,Dirjen Dikti, PPLPTK
Lento.1980. Pelajaran Seni Musik Praktis. Jakarta : Aries Lima
Moedjiono dan Dimyati. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Depdikbud,
Dirjen Dikti, PPLPTK
Nana Sudjana. 2002. Dasar – dasar Proses Mengajar. Bandung : Sinar Baru
Algensindo
Puskur. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : Depdiknas
Sagala dan Syaiful. 2004. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfa Beta
Sanjaya dan Wina. 2005. Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Bandung : Kencana
Syaiful Bahri Djamarah. 1999. Kesenian Musik Minagkabau Sumatera Barat
Udin S. Winata Putra, dkk. 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Universitas
Terbuka
Usman Basyiruddin. 2002. Metodologi Pembelajaran. Jakarta : Ciputat Press

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran : Seni Budaya dan Keterampilan
Kelas / Semester : VI / I
Pokok Bahasan : Lagu wajib
Waktu : 2 x 35 menit

I. Standar Kompetensi
Mengekspresikan diri melalui karya seni musik

II. Kompetensi Dasar
4.2 Menyanyikan lagu wajib, daerah dan Nusantara dengan iringan
sederhana.

III. Indikator
Dapat menyanyikan lagu wajib

IV. Tujuan Pembelajaran Khusus
1. Melalui media, siswa dapat menyanyikan lagu Bagimu Negeri dengan baik dan benar.
2. Berdasarkan demonstrasi yang dilakukan guru siswa dapat
menyanyikan lagu Bagimu Negeri dengan nada dan tempo yang benar sesuai dengan petunjuk guru.

V. Dampak Pengiring
Siswa berani maju ke depan kelas untuk menyanyikan lagu Bagimu Negeri

VI. Materi

VII. Kegiatan Pembelajaran
A. Kegiatan awal
1) Menyiapkan kondisi kelas
2) Berdo’a
3) Absensi
4) Appersepsi

B. Kegiatan inti
1) Guru mencontohkan cara menyanyikan lagu Bagimu negeri ke depan kelas.
2) Guru membimbing siswa untuk bernyanyi mulai dari bait pertama
sampai siswa dapat menyanyikan lagu pada bait pertama tersebut
dengan nada, tempo dan artikulasi yang benar dan seterusnya sampai
pada bait keempat dengan iringan alat musik keyboard atau gitar.
3) Guru membagi siswa menjadi dua kelompok yaitu kelompok wanita
dengan nada tinggi dan kelompok laki-laki dengan nada rendah
berdasarkan petunjuk dan pedoman guru.
4) Guru meminta semua siswa untuk menyanyikan lagu Bagimu Negeri
secara keseluruhan sampai semua siswa dapat menyanyikan lagu
tersebut dengan baik dan benar sesuai dengan nada, tempo dan
artikulasinya.

C. Kegiatan akhir
1) Menyimpulkan pelajaran
2) Evaluasi
3) Tindak lanjut

VIII. Metode

1. Demonstrasi
2. Ceramah
3. Tanya jawab
4. Penugasan

IX. Sumber dan Alat
1. Kurikulum KTSP 2006
2. Buku paket Seni Budaya dan Ketrampilan kelas VI penerbit Erlangga
3. Alat musik keyboard dan gitar
4. Lirik lagu Bagimu Negeri

X. Penilaian
1. Prosedur tes
a. Penilaian tes : Keaktifan dan keseriusan siswa
b. Penilaian hasil : Evaluasi
2. Jenis tes
a. Lisan
b. Tulisan
3. Bentuk tes
Essay
4. Alat tes

PENILAIAN BERNYANYI

Aspek yang dinilai
Nada Tempo Lirik Ekspresi Artikulasi
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Padang, Januari 2009
Mengetahui
Dosen Pembimbing Calon guru

Desyandri, S.Pd Havid Zulkarnain
NIP. 132 319 398 NIM. 75925

Tentang Desyandri

Desyandri. Lahir di Suliki, Kab. 50 Kota Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 29 Desember 1972. Dosen Tetap di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Memperoleh gelar Ahli Madya (Amd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1996, Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1998. Memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) tahun 2011 Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana UNP. Sedang Tugas Belajar di Program Studi Doktoral (S3) Ilmu Pendidikan sejak tahun 2012 di Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). E-mail: desyandri@yahoo.co.id
Tulisan ini dipublikasikan di TA Mahasiswa PGSD FIP UNP. Tandai permalink.

20 Balasan ke PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN BERNYANYI PADA SISWA KELAS VI

  1. hendra berkata:

    bagus bos, aku suka dengan tulisan ente.
    Makasih bxk karena sdh membantu dlm penyelesaian tugas akhir kuliah

  2. Ani berkata:

    kalau bisa tolong kirimkan langkah – langkah penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran ipa di sd

  3. Lia berkata:

    Ass ww. Izinkan saya bertanya 1 hal…

    Kondisi kelas harus dikuasai guru. saat seorang murid sedang dinilai bernyanyi di depan kelas, murid yang lain melakukan apa? Zaman saya murid yang belum dapat giliran bisa duduk tenang mendengarkan temannya yang sedang dinilai. Zaman sekarang, murid yang bernyanyi, murid yang lain tidak betah diam…bagaimana solusinya?

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Komunitas Peduli Pembelajaran Musik: Kondisi ini memang sangat rentan sekali. Ketika yang satu ujian yang lain ngapain. Hal ini dapat dipecahkan dengan pengelolaan kelas. Siswa yang tidak ikut ujian diberikan tugas lain seperti mempersiapkan diri untuk ujiannya. Sebaiknya, siswa yang tidak ujian melihat atau mengapresiasi penampilan temannya. Justru hal ini akan memberikan pengalaman apresiasi kepada siswa, bahkan berikan kesempatan kepada siswa yang melihat untuk menanggapi temannya. trms

  4. aa berkata:

    minta ijin tulisannya saya kutip buat makalah teman. boleh yaa. mksh…wslm

  5. asslamua’laikum
    nama saya yulita fitra suriani
    bp :408 156
    jurusan PGMI-B

    Pak boleh saya ambil metode ini pak?metode yang ada blog bapak tugas saya belom selesai pak !ksrena saya sulit mencari bhn karena kondisi saya tak mengizinkan saya hanya bertujuan menyelesaikan tugas pend kesenian kuly sama bapak !

  6. oemang berkata:

    pak, selain teknik kolase ada tidak teknik lain untuk mengajarkan SBK di SD?? terima kasihh…

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Oemang: Teknik untuk mengajarkan SBK sangat banyak sekali yang dikenal dengan Metode, Strategi, Model, Pendekatan pembelajaran…..

  7. Wahab berkata:

    Assalamualaikum…
    Saya mau minta ijin nyedot ilmunya gan…
    Terima kasih :)

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Wahab…
      Boleh saja, tetapi akan lebih baik jika mengutip dari bukunya langsung.
      Trims

  8. Nanang Fathurroji berkata:

    terimakasih pak karya anda membantu tugas akhir kuliah saya

  9. bukhori berkata:

    trimaksih pak, tapi mohon dicantumkan daftar pustakanya supaya dapat kita cari refrensi

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Ya.. thanks atas masukannya, dalam tulisan saya yg terbaru sudah dilengkapi dengan daftar rujukannya…

  10. samin berkata:

    bapak orang baik smoga pahala mengalir trus ,thankyou infonya…….

  11. coemicoemi berkata:

    ijin copy buat refrensi mas !!

  12. Nur Ismiyati berkata:

    mohon ijin untuk mengutip teori pembelajarannya ….bagaiman boleh kan ?

  13. shinta berkata:

    nama saya shinta. kebetulan saya sedang mengerjakan skripsi yang menggunakan teknik demonstrasi ini untuk pelajaran bahasa inggris. yang mau saya tanyakan, pada bagian daftar pustaka bapak untuk yang menjelaskan tentang metode ini, apakah itu buku atau jurnal? karena saya coba search kok tidak ketemu bukunya. mohon bantuannya pak.. terimakasih..

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Shinta… Tulisan tersebut merupakan skripsi mahasiswa bimbingan saya… Keseluruhan kutipan tentang metode demonstrasi diambilkan dari buku… Referensi metode demonstrasi sangat banyak dijumpai di buku-buku tentang Strategi Belajar Mengajar atau buku Metode Pembelajaran. Biasanya ada diperpus kampus yang bersangkutan..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s