Pembelajaran Bernyanyi dengan Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)

Bernyanyi merupakan kegiatan yang sangat diminati anak-anak, terutama siswa Sekolah Dasar. Oleh karena itu perlu dirancang pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Di bawah ini akan dikemukakan langkah-langkah pembelajaran bernyanyi di SD berdasarkan penelitian dan pengalaman melatih vokal dan paduan suara yang penulis lakukan. Pembelajaran bernyanyi dapat dilakukan dengan menggunakan metode, model, strategi, dan pendekatan pembelajaran yang berlaku secara umum. Tapi ada hal-hal lain yang menjadi pertimbangan khusus dalam pembelajaran seni musik, yaitu karakteristik penguasaan seni musik pada umur-umur tertentu. Contoh: siswa kelas III SD mampu menyanyikan irama-irama sederhana dan pendek. Berdasarkan hal itu guru dapat menyesuaikan perencanaan pembelajarannya.

Unsur utama yang terdapat dalam seni musik khususnya bernyanyi ada 2, yakni 1) Ekspresi, dan 2) Apresiasi. Kedua unsur inilah yang harus diberikan kepada siswa dengan tetap memperhatikan komponen lain dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, seperti domain kognitif, afektif, dan psikomotor.

Berikut ini akan dikemukakan 10 langkah pembelajaran bernyanyi dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), yaitu:

  1. Pilih lagu yang dekat dengan kehidupan siswa.
  2. Putar lagu dengan tape recorder, CD/VCD Payer atau media lain
  3. Nyanyikan lagu model secara bersama-sama.
  4. Temukan isi/pesan yang terdapat pada lagu, untuk memudahkan cara mengekspresikan lagu.
  5. Penjelasan sederhana tentang teori dan latihan pemanasan sebelum bernyanyi dengan menggunakan alat musik sederhana, seperti pianika, recorder dan lain-lain.
  6. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok berdasarkan jumlah kalimat/bait lagu.
  7. Latihan membaca notasi dan melafalkan irama lagu secara sepotong-sepotong dengan bimbingan guru.
  8. Penampilan seluruh kelompok dengan beraturan tanpa terputus, sehingga lagu dinyanyikan secara utuh. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang sempurna.
  9. Refleksi tentang pembelajaran dengan bimbingan guru.
  10. Penugasan

Kesepuluh langkah di atas merupakan langkah pembelajaran bernyanyi yang sudah disederhanakan. Guru dapat mengembangkan langkah-langkah pembelajaran tesebut dengan kreatif, sehingga pembelajaran bernyanyi menjadi suatu pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.

1.1 Pilih lagu yang dekat dengan kehidupan siswa (Konstruktivime, Questioning)

Pemilihan lagu adalah unsur yang penting dalam pembelajaran bernyanyi. Lagu yang terpilih disebut dengan “lagu model”. Tidak semua lagu dapat dijadikan sebagai lagu model di SD. Pemilihan ini harus didasarkan pada lagu yang sesuai dengn karakteristik siswa.

Pemilihan ini dapat dilakukan dengan mengaitkan pengalaman yang pernah dilakukan oleh siswa pada kehidupan sehari. Pengalaman bernyanyi dalam kehidupan sehari-hari ini ditransfer ke dunia sekolah. Sehingga siswa merasa termotivasi dengan lagu tersebut. Komponen yang dapat digunakan adalah dengan bertanya jawab (Questioning)

1.2 Menggunakan media audio atau audio visual (Modelling)

Siswa akan mengingat kembali pengalaman yang pernah mereka lakukan di rumah dengan menghadirkan lagu model di suasana sekolah. Siswa akan termotivasi untuk mengekspresikan lagu tersebut, dan secara tidak langsung membuat mereka senang Lagu yang diputar dengan menggunakan media elektronik atau media lain merupakan penjabaran penggunaan komponmen Pemodelan (Modelling)

1.3 Menyanyikan lagu model secara klasikal (Learning Community)

Percaya diri siswa akan muncul apabila segala sesuatu dilakukan dengan bersama-sama. Begitu juga dengan bernyanyi. Siswa akan lebih percaya diri dalam menyanyikan lagu, apabila lagu itu dinyanyikan secara bersama-sama. Siswa akan meniru irama lagu yang dihasilkan dari media tersebut. Hal ini akan merangsang siswa untuk mengingat kembali irama lagu yang pernah mereka nyanyikan. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran ini merupakan kegiatan untuk penemuan sendiri/inkuiri (Inquiry)

1.4 Menemukan Isi dan Pesan yang terdapat pada lagu (Inquiry, Questioning, Konstructivisme)

Lagu akan lebih enak diekspresikan apabila orang yang menyanyikan lagu tahu persis apa isi atau pesan yang terdapat pada lagu. Ekspresi yang dimunculkan akan membuat penikmat atau pendengar menjadi tahu akan maksud lagu tersebut.

Pembelajaran yang dilakukan untuk menemukan isi atau pesan yang terdapat pada lagu dapat diperoleh dengan melaksanakan beberapa metode pembelajaran diantaranya:

  • Metode tanya jawab (questioning): Siswa diberikan pertanyaan tentang isi atau pesan yang terdapat pada lagu. Siswa diberikan kesempatan untuk menjelaskan tentang isi dan pesan yang terdapat pada lagu tersebut.
  • Metode Diskusi (learning community): siswa bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan isi atau pesan yang terdapat pada lagu. Siswa mempresentasikan pendapat mereka di depan kelas secara bergantian, dan kelompok atau siswa yang lain memberikan tanggapan atas presentasi kelompok yan g tampil.

Kedua metode ini dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpendapat dan menemukan refleksi dari metode pembelajaran yang dilakukan.

1.5 Penjelasan tentang teori bernyanyi (Konstructivisme, Modelling, Questioning)

Penyampaian teori dalam pembelajaran bernyanyi tidak terpisah satu dengan yang lain, maksudnya teori yang disampaikan tidak berdiri sendiri. Tetapi penyampaian teori tergabung ke dalam praktik bernyanyi itu sendiri. Dengan kata lain teori yang diberikan membaur dengan praktik bernyanyi yang dilakukan siswa.

Penjelasanan teori yang berbaur dengan praktik pmebelajaran bernyanyi dapat berupa:

  • Penyampaian teori tentang cara bernyanyi yang baik yang terkait dengan aturan teknik vokal sederhana sesuai dengan karakteristik bernyanyi siswa misalnya, 1) posisi badan, 2) pernafasan, 3) artikulasi, 4) ekspresi, dan 5) penampilan
  • Penyampaian teori yang dilakukan disertai dengan praktiknya, agar siswa dapat bernyanyi sesuai dengan tatanan cara bernyanyi yang baik dan benar.

1.6 Membagi siswa dalam beberapa kelompok (Learning Community)

Pembelajaran akan lebih berarti apabila siswa melakukan sendiri terhadap apa yang dipelajari siswa. Untuk melaksanakan hal tersebut dapat dilakukan dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok, seperti, 1) kelompok besar (klasikal atau dibagi menjadi 2 kelompok besar), 2) kelompok kecil (3-5 orang per kelompok), dan 3) kelompok duet.

Pembagian jumlah kelompok dalam satu kelas dapat dibagi berdasarkan, 1) lagu utuh, 2) jumlah bait lagu, 3) jumlah baris lagu. Kelompok yang sudah dibentuk diberikan materi tentang lagu yang akan dipelajari. Dan disarankan dengan memberikan materi yang berbeda, hal ini dilakukan agar siswa lebih memahami materi lagu yang dilatihkan.

1.7 Latihan Membaca dan Menyanyikan Irama Lagu (Inquiry, Learning Community, Modelling, Konstructivisme)

Bagian terpenting dari pembelajaran bernyanyi adalah membaca notasi musik dan mengiramakan lagu sesuai dengan ketinggian nada dari masing-masing notasi lagu tersebut. Latihan ini akan meminimalisasi kesalahan dalam menyanyikan lagu dan sekaligus mempertajam efek rasa yang ada pada diri siswa untuk menyanyikan lagu dengan benar.

Secara garis besar ada beberapa cara yang digunakan untuk berlatih membaca dan mengiramakan lagu diantaranya: 1) menyanyikan irama lagu, 2) membaca notasi lagu, dan 3) mengkombinasikan antara menyanyikan irama lagu dengan membaca notasi lagu. Ketiga cara ini dapat dilakukan sesuai dengan tingkat kemampuan guru. Sebaiknya melakukan kombinasi antara menyanyikan irama lagu dengan membaca notasi lagu. Alasannya, irama lagu yang dinyanyikan atau dicontohkan guru sewaktu pembelajaran sering kali salah dalam mengiramakan lagu. Untuk mengatasi kesalahan menyanyikan irama lagu, dilakukan pengecekan dengan membaca notasi lagunya. Sehingga irama lagu yang dinyanyikan akan benar sesuai dengan notasi yang terdapat pada lagu.

Latihan dapat dilakukan secara berkelompok dengan bimbingan guru. Latihan dilakukan dengan memenggal lagu menjadi beberapa bagian. Bagian lagu yang telah dipenggal-penggal dilatihkan kepada siswa secara berulang-ulang. Sehingga dapat memunculkan efek rasa atau sensitivitas pada diri siswa terhadap notasi dan irama lagu yang dinyanyikan.

Setelah siswa duduk berkelompok, guru memberikan materi latihan berdasarkan pembagian per kalimat lagu, per bait lagu, atau lagu secara keseluruhan. Pada bagian latihan ini diharapkan sekali kreativitas guru, agar suasana latihan berjalan dengan bermakna dan menyenangkan.

1.8 Penampilan (Learning Community, Modelling)

Setelah siswa selesai melaksanakan latihan secara berkelompok dilanjutkan dengan menampilkan hasil latihan bernyanyi. Untuk penampilan berkelompok dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu, 1) penampilan per kelompok secara terpisah, dan 2) penampilan kelompok berdasarkan urutan kelompok yang sesuai dengan urutan lagu (baik per kalimat lagu atau perbait lagu).

Penampilan akan terasa menarik apabila dibarengi dengan permainan sederhana, misalnya sebelum siswa menyanyikan lagu secara utuh, terlebih dahulu dilakukan latihan secara bergiliran berdasarkan urutan penampilan terhadap yang ditunjuk guru. Dengan cara ini dapat dilihat kesiapan dan ketangkasan masing-masing kelompok dalam menyanyikan lagu sesuai penunjukan guru. Setelah itu penampilan diakhiri dengan menyanyikan lagu secara utuh yang dimulai dari kelompok 1sampai kelompok terakhir.

1.9 Refleksi (Reflection, Questioning, Inqury, Konstructivisme)

Refleksi dapat juga diartikan dengan pengambilan kesimpulan terhadap materi yang telah dipelajari siswa selama pembelajaran bernyanyi. Siswa diberikan kesempatan untuk mengungkapkan intisari pembelajaran yang telah dilakukan dengan bimbingan guru. Refleksi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya, dengan kegaitan tanya jawab dan dengan melakukan diskusi ayng dipimpin oleh guru. Hal yang harus diperhatikan dalam proses refleksi adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terlebih dahulu.

1.10 Penugasan

Penugasan dapat dilakukan dengan melakukan latihan bernyanyi di rumah dengan panduan orang tua atau pakar.

Contoh Pembelajaran Bernyanyi dengan Menggunakan Pendekatan CTL di SD

Berikut ini akan diberikan salah satu contoh lagu anak-anak dalam pembelajaran bernyanyi di SD dengan menggunakan pendekatan CTL, sebagai berikut:

1. Pilih lagu yang dekat dengan kehidupan siswa.

Lagu model yang digunakan pada pembelajaran adalah lagu yang disukai, diminati, terkait dengan mata pelajaran lainnya, serta sering dinyanyikan oleh siswa di lingkungan kehidupannya sehari-hari. Lagu tersebut adalah lagu “DUA MATA SAYA” Ciptaan AT. MAHMUD.

2. Putar lagu dengan tape recorder, CD/VCD Payer atau media lain.

Pemutaran lagu Dua Mata Saya dapat dilakukan dengan berbagai cara, dan dapat juga putar dengan menggunakan media audio, audio visual, streaming video via internet, dan media lainnya.

3. Nyanyikan lagu model secara bersama-sama.

Sewaktu pemutaran lagu model, siswa mengikuti lagu tersebut dan diberikan keleluasaan untuk menyanyikan lagu berdasarkan ekspresi yang mereka miliki.

4. Temukan isi/pesan yang terdapat pada lagu, untuk memudahkan cara mengekspresikan lagu.

Setelah bernyanyi bersama-sama diringi dengan pemutaran lagu model, guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang isi/pesan yang terdapat pada lagu. Atau siswa dan guru melakukan diskusi terpimpin.

5. Penjelasan sederhana tentang teori dan latihan pemanasan sebelum bernyanyi dengan menggunakan alat musik sederhana, seperti pianika, recorder dan lain-lain.

Setelah siswa menemukan isi/pesan yang terdapat pada lagu, pembelajaran dianjutkan dengan pemberian teori bernyanyi sederhana yang melebur dengan praktik bernyanyi.

Guru memberikan penjelasan sederhana tentang posisi bernyanyi, pernafasan yang benar, pengucapan yang benar, dan pengekspresian dan sikap menyanyikan lagu dengan benar.

Teori bernyanyi sederhana:

  1. Bernyanyi dengan posisi duduk atau berdiri, dengan kondisi tulang belakang yang lurus tetapi terlihat santai dan rileks.
  2. Latihan pernafasan dengan menghirup nafas dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut.
  3. Latihan solmisasi dari “do” rendah ke “do” tinggi dan sebaliknya
  4. Mengucapkan huruf-huruf vokal A, I, U, E, O sesuai dengan nada yang dimainkan pada alat musik.
  5. Sikap badan ketika bernyanyi yang disertai dengan mimik wajah yang sesuai dengan maksud yang terdapat pada lirik lagu.
  6. Bersama siswa menentukan tempo lagu.

6. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok berdasarkan jumlah kalimat/bait lagu.

Pembagian kelompok didasarkan kepada jumlah bait lagu. Lagu model terdiri dari dua bait dan kelompok siswa dibagi menjadi 2 kelompok. Masing-masing kelompok dibagikan notasi dan lirik lagu. Untuk kelompok I dibagikan notasi dan lirik lagu bait pertama, sedangkan untuk kelompok II diberikan notasi dan lirik lagu bait ke II.

7. Latihan membaca notasi dan melafalkan irama lagu secara sepotong-sepotong dengan bimbingan guru.

Setelah siswa duduk berkelompok, pembelajaran dilanjutkan dengan berlatih membaca dan menyanyikan irama lagu per kelompok dengan bimbingan guru. Guru memodelkan cara membaca notasi dan menyanyikan irama lagu dengan memenggal lagu tersebut menjadi beberapa bagian dan menggunakan alat musik sederhana sebagai patokan nada atau untuk menyamakan suara.

Latihan secara potongan notasi ini dilakukan secara berulang-ulang sampai siswa merasakan perjalanan melodi dan irama lagu. Setelah efek rasa siswa terbentuk, maka guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih secara mandiri, dan tetap dengan bimbingan guru.

8. Penampilan

Setelah siswa selesai berlatih dengan bimbingan guru dilakukan penampilan untuk melihat hasil belajar bernyanyi siswa. Penampilan dapat dilakukan dengan memberikan permainan (games) agar siswa merasa termotivasi dan bersemangat dalam menampilkan lagu. Guru memberikan penilaian terkait dengan penampilan siswa.

Penampilan dapat berupa:

  1. Masing-masing kelompok menampilkan hasil latihan kelompok secara terpisah.
  2. Masing-masing kelompok hanya menyanyikan lagu latihannya di tempat duduk masing-masing dengan urut penampilan dimulai dari kelompok I dan dilanjutkan dengan kelompok II tanpa terputusa. Sehingga dari hasil penampilan tersebut terdengar lagu dinyanyikan secara utuh.

9. Refleksi tentang pembelajaran dengan bimbingan guru.

Refleksi pembelajaran dapat dilakukan dengan tanya jawab dan diskusi terpimpin. Siswa diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya dalam menyimpulkan pembelajaran.

10. Penugasan

Penugasan diberikan apabila lagu yang ditampilkan belum maksimal. Siswa diberikan kesempatan untuk latihan di rumah dengan dibimbing oleh orang tua atau para pakar.

Selamat Mencoba dan Berlatih…..

About these ads

Tentang Desyandri

Desyandri. Lahir di Suliki, Kab. 50 Kota Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 29 Desember 1972. Dosen Tetap di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Memperoleh gelar Ahli Madya (Amd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1996, Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1998. Memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) tahun 2011 Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana UNP. Sedang Tugas Belajar di Program Studi Doktoral (S3) Ilmu Pendidikan sejak tahun 2012 di Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). E-mail: desyandri@yahoo.co.id
Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan Seni Musik. Tandai permalink.

6 Balasan ke Pembelajaran Bernyanyi dengan Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)

  1. mantap pak langkah-langkah pembelajarannya. . .tp bs gak bpak menulis jg langkah-langkah belajar memainkan piano / keyboard agar saya juga bisa memainkan piano dngan baik pak . .sebab saya cuma tau kunci dasar tuts piano saja pak dan agak sulit untuk menyelaraskan irama atau melodi dalam memainkan sebuah lagu. . .trmkasih pak (yance At 18)

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Trims Yance. Saya lagi menyiapkan tulisan yang berkaitan dengan langkah pembelajaran memainkan alat musik. Mudah2an dalam waktu yang tidak lama.

  2. Terima kasih untuk contoh model pembelajaranna pak…

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Bu, jangan asal di copy aja. tapi dikembangkan lagi yaaa

      • Adhitya Nugraha berkata:

        Mohon bantuannya bapak!! metode manyanyi sudah saya kembangkan dalam pembelajaran bahasa jerman di kelas X sma..dan sayang menulis sebuah karya ilmiah yang berkaitan dengan metode menyanyi akan tetapi ada teori yang mengatakan metode menyanyi sulit dikembangkan di kelas besar yang berisi 30 siswa bahkan lebih..dan keefektifannya hanya di kelas kecil..
        yang saya tanyakan..
        -Teori apa yang bisa membantah teori keefektifan hanya di kelas kecil?? kalo bisa sumbernya dan ahlinya..
        terima kasih..

      • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

        Saya rasa bukan hanya efektif di kelas kecil saja, bisa digunakan di kelas mana saja, tergantung pada kerumitan lagu tersebut… semakin tinggi semakin rumit, bahkan dapat diberikan bernyanyi dengan sistem paduan suara…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s