Seni Musik Membangun Peserta Didik yang Berbudaya dan Berkarakter

AnsambelKementrian pendidikan nasional telah mencanangkan “Pendidikan Berbasis Karakter” di setiap mata pelajaran. Pendidikan berbasis karakter ini harus dimulai dari sejak dini” kata Bapak Wakil Mendiknas Prof. Fasli Jalal. Pada bagian lain Ibrahim. 2000, mengemukakan hasil penelitiannya bahwa “Kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih ditentukan oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Berdasarkan dua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran di sekolah tidak saja terfokus pada penguasaan pengetahuan, tetapi pembelajaran dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamalkan konsep-konsep yang mereka perdapat. Dengan teraplikasikannya konsep karakter, hard skill dan soft skill tersebut akan membantu perkembangan individu peserta didik dalam mencapai kesuksesan. Pengaplikasian tersebut dapat ditujukan pada diri sendiri, lingkungan, dan bangsa. Sehingga berdampak pada pembentukan peserta didik yang berkarakter.

Seni musik yang bergelut di bidang emosional, sarat akan penanaman sikap apresiasi, ekspresi, kreasi, dan makna, serta kemampuan menginterpretasi karya seni. Hal ini sangat tepat untuk menerapkan nilai-nilai karakter berdasarkan karya seni tersebut.

Permasalahan yang ditemui dalam pembelajaran seni musik dewasa ini, bahwa pembelajaran seni musik di sekolah sepertinya “ka ateh indak bapucuak, ka bawah indak baurek, di tangah-tangah digiriak kumbang “. Petatah Minangkabau ini dapat diibaratkan bahwa pembelajaran seni musik terkesan “Serba Tanggung“. (1) kaateh indak bapucuak maksudnya pembelajaran seni musik yang diberikan belum sampai pada tujuan akhir pembelajaran, yaitu pengaplikasian sikap atau perilaku yang terkandung pada makna seni musik. Baik dalam kehidupan pribadi, sosial, cultur, maupun dalam kehidupan berbangsa, (2) ka bawah digirak kumbang maksudnya basic seni musik belum didapatkan siswa dengan optimal, (3) di tangah-tangah digiriak kumbang maksudnya berkaitan dengan tujuan dan ruang lingkup seni musik yaitu kemampuan siswa untuk menguasai olah vokal dan memainkan alat musik.

Menyikapi permasalahan yang ditemukan di atas, dapat dikemukakan bahwa tidak akan terwujudnya pembentukan karakter peserta didik jika pembelajaran hanya diberikan dalam konsep yang tidak sempurna. Seharusnya pembelajaran seni musik diberikan “secara utuh” dengan memberikan pengalaman musik pada siswa, seperti (1) mendengarkan musik: peserta didik diberikan kesempatan untuk mendengarkan musik dengan memperhatikan hal-hal yang akan dipahami, terutama unsur-unsur musik yang terdapat pada musik yang diperdengarkan, (2) bernyanyi: peserta didik dapat melakukan kegiatan mengolah vokal dengan menguasai teknik pernafasan, olah vokal, teknik vokal, ekspresi, penampilan, dan improvisasi lagu (3) memainkan alat musik: peserta didik dapat memainkan alat musik sesuai dengan karakter alat musik tersebut, metode memainkan alat musik, (4) bergerak mengikuti musik: peserta didik dapat menggerakkan tubuhnya sesuai dengan makna atau pesan yang disampaikan lagu dan sesuai dengan musik (5) kreativitas musik: peserta didik dapat menciptakan atau mengkreasikan musik itu sendiri, dan (6) kemampuan untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang terdapat pada musik: peserta didik dapat mengamalkan dan mengaplikasikan makna atau pesan yang disampaikan lagu. Baik untuk kehidupan pribadi, lingkungan, maupun bangsa. Pemberian pengalaman musik di atas akan mewujudkan peserta didik yang berkarakter.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran seni musik telah mengakomodir kebutuhan untuk membentuk peserta didik yang berkarakter. Dan disarankan kepada guru-guru yang membelajarkan seni musik, baik yang berasal dari guru kelas maupun guru bidang studi seni musik untuk memberikan pembelajaran seni musik dengan utuh.

Tentang Desyandri

Desyandri. Lahir di Suliki, Kab. 50 Kota Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 29 Desember 1972. Dosen Tetap di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Memperoleh gelar Ahli Madya (Amd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1996, Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1998. Memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) tahun 2011 Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana UNP. Memperoleh gelar Doktor (Dr) Ilmu Pendidikan tahun 2016 pada Program Studi Ilmu Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). E-mail: desyandri@yahoo.co.id
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan Seni Musik dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke Seni Musik Membangun Peserta Didik yang Berbudaya dan Berkarakter

  1. wah…sip..membentuk kepribadian lewt lagu2…setuju nech, kadang seorang anak didik bisa memahami pelajaranya dengan jalan ndengerin musik2 klasik.. thanks atas artikelnya..

    • Desyandri, S.Pd.,M.Pd berkata:

      Trims telah mengunjungi blog ini.
      Sebenarnya hal ini menjadi tanggungjawab kita semua, apalagi seseorang yang terkait dengan pendidikan. Untuk itu dinilai perlu untuk lebih menyempurnakan proses pembelajaran. Bukan hanya pada tatanan kognitif saja, akan tetapi perlu dilengkapi dengan aspek psikomotor dan afektif. Out put dari pembelajaran seni musik ini yang akan menjadi titik tolak keberhasilan guru dan siswa dalam mengarungi kehidupan mereka sehari-hari.

  2. Noey Doang berkata:

    saya jadinya terinspirasi untuk membuat judul skripsi yang berhubungan dengan musik.. smoga lancar.. ammiinn..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s