Musik Bukan Hanya Sebatas Hiburan

Melihat perkembangan pendidikan di zaman sekarang, terlihat masih menyorot sebuah disiplin ilmu dalam konteks separo-separo. Tidak mengkaji ilmu tersebut secara detail atau dapat dikatakan pada keadaan yang sedalam-dalamnya. Layaknya seorang filsafat dalam mengkaji ontologi, epistemologi, dan aksiologi sebuah ilmu. Begitu dalam kajian sebuah filsafat sampai ke akar-akar permasalahan.

Bila di lihat  salah satu disiplin ilmu, seperti bidang pendidikan seni musik, sangat banyak makna yang terkandung di dalamnya. Tetapi hal ini jarang sekali menjadi fokus dalam proses pembelajaran mulai dari TK, Sekolah Dasar, SMP, SMU, bahkan sampai perguruan tinggi. Sesuai dengan pengertian seni musik – ungkapan perasaan dan fikiran manusia yang dituangkan ke dalam bentuk karya musik dengan memanfaatkan setiap unsur-unsur musik itu sendiri yang mengandung nilai estetika (keindahan), hal ini dapat memberikan clue bahwa ungkapan pikiran yang didasarkan kepada imajinasi manusia dalam kepekaannya dalam menyikapi segala permasalahan dunia akan membuahkan suatu pikiran yang akan disampaikan ke dalam sebuah penciptaan sebuah karya musik. Karya musik tersebut sudah barang tentu mempunyai visi dan misi (pesan) tertentu yang akan disampaikan pada penikmatnya dan mempunyai makna yang dapat diambil oleh penikmat musik.

Sejalan dengan pernyataan di atas, dikemukakan fungsi seni musik, yakni untuk mengembangkan kepribadian, membuat selaras dengan lingkungan, alam dan budaya bangsa, menjadikan seni musik musik sebagai salah bidang yang penting dan diberikan perhatian yang cukup.Apabila hal ini tidak terlaksana dengan baik, maka dapat dikatakan seseorang itu dalam keadaan “hampa”. Untuk itu diperlukan adanya perbaikan dan peningkatan pembelajaran seni musik di sekolah sampai perguruan tinggi agar kemampuan untuk merasakan (sensitivitas) terhadap segala sesuatu dapat ditumbuhkan. Sebuah ungkapan minangkabau menyarakan bahwa,”tau raso jo pareso”, maksudnya sebagai manusia memiliki kepekaan yang sangat tinggi.

Apresiasi dan ekspresi seni musik dapat dilakukan dengan memberikan pemahama tentang makna atau pesan yang terdapat pada lagu, sehingga ketiga domain dalam pembelajaran (kognitf, afektif, dan psikomotor) dapat terlaksana. Hal ini dapat dicontohkan dengan memahami makna/pesan yang terdapat pada sebuah lagu. Makna yang terdapat pada karya musik itu terbagi kepada (1) makna tersurat, (2) makna tersirat, dan (3) makna tersorot. Makna ”tersurat” dapat diartikan dengan makna yang dapat diambil dari apa saja yang tertulis, makna “tersirat” adalah makna konotasi/kiasan yang terdapat dalam sebuah karya musik, sedangkan makna “tersorot” mengandung makna yang secara mudah dapat diambil dari sebuah karya ataupun pertunjukkan musik.

Pesan yang terdapat pada sebuah karya musik dapat diketahui dengan cara menginterpretasikan karya musik tersebut. Misalnya pesan yang terdapat dalam lagu Pasan Buruang. Dengan mudah kita bisa menginterpretasikan pesan yang terdapat pada lirik lagu tersebut diantaranya “Usah tabang sumbarang tabang, jikok lai takuik datang galodo, urang kampuang sawah jo ladang nan taniayo”. Lirik tersebut jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berbunyi ” Jangan di tebang sembarang tebang, kalau takut akan datangnya bahaya erosi, orang kampung sawah dan ladangnya akan teraniaya”. Dengan kata lain pesan yang terdapat pada lirik lagu tersebut memberitahukan kepada pendengarnya untuk tidak melakukan penebangan hutan secara sembarangan sebab itu akan mengakibatkan terganggunya kehidupan para petani.

Penginterpretasian sebuah karya musik tidaklah mudah dilakukan, kecuali seseorang telah mempunyai dasar (basic) musik dan mengetahui unsur-unsur yang terdapat dalam musik itu sendiri. Melihat pada pengalaman pembelajaran Pend. Seni Musik yang diberikan pada jenjang Sekolah Dasar belum mengacu kepada penginterpretasian sebuah karya musik. Dan baru berada pada pengenalan unsur-unsur musik secara sederhana serta lebih mengutamakan hiburannya dibanding isi yang terdapat dalam karya musik itu sendiri. Apalagi guru-guru yang membelajarkan Pend. Seni musik pada umumnya tidak mengerti sama sekali tentang musik. Bagaimana mereka membelajarkannya? Disamping itu guru-guru tersebut tidak berusaha untuk lebih memahami musik itu dari segi isi, makna dan pesan yang terdapat dalam musik itu sendiri.

Pendidikan seni musik berarti mempelajari dan menganalisa unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah karya musik serta mencari makna atau pun pesan yang disampaikan oleh musik itu sendiri. Musik bukan hanya sekedar hiburan yang semata-mata hanya mengisi relung hati penikmatnya tetapi lebih dari itu. Namun bila ditinjau dari segi penciptaan sebuah karya musik seperti lagu Pasan Buruan yang dijelaskan di atas, sangatlah mudah untuk dipahami secara tersurat, karena dilihat dari segi bahasa penyampaiannya tidak sulit untuk diketahui.

Dengan mengetahui isi, makna, serta pesan yang terdapat pada karya musik akan memudahkan guru dalam membelajarkan dan mengaitkannya dengan mata pelajaran lain. Sehingga pend. seni musik dapar berjalan dan dibelajarkan untuk memupuk kepekaan, kreativitas, imajinasi peserta didik. Mereka juga dapat mempelajari bidang lain lewat pend. seni musik. Jadi musik itu bukan hanya sebatas hiburan belaka.

Tentang Desyandri

Desyandri. Lahir di Suliki, Kab. 50 Kota Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 29 Desember 1972. Dosen Tetap di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Memperoleh gelar Ahli Madya (Amd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1996, Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1998. Memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) tahun 2011 Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana UNP. Memperoleh gelar Doktor (Dr) Ilmu Pendidikan tahun 2016 pada Program Studi Ilmu Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). E-mail: desyandri@yahoo.co.id
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan Seni Musik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s