INTERPRETASI HERMENEUTIK LAGU-LAGU MINANG

Desyandri

Analisis hermeneutik pada penelitian dilakukan untuk menafsirkan atau menginterpretasikan makna yang terkandung dalam lirik dan musik lagu-lagu Minang. Upaya penafsiran dan interpretasi tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk mengungkap, mengidentifikasi, dan mengklasifikasikan nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam lirik dan musik lagu-lagu Minang untuk membangun karakter peserta didik d lingkungan pendidikan dasar. Proses penafsiran dan interpretasi dilakukan dengan menggunakan analisis interpretasi hermeneutik Recouer.

Adapun unsur-unsur dan penerapan teori interpretasi hermeneutik Recouer mengacu pada empat hal, seperti yang telah disinggung di bab tiga, yakni: a) objektivikasi sturktur lirik merupakan kegiatan menafsirkan makna lirik dan musik secara objektif. Objektifikasi dilakukan dengan secara multidisipliner, yakni mencari keterkaitan makna dengan beberapa aspek bidang keilmuan lainnya, yakni: aspek kebahasaan (lirik), aspek musik, aspek psikologi, aspek sosiokultural, dan aspek pendidikan, b) distansiasi (perjarakan) merupakan kegiatan penafsiran yang terdistansiasi atau terbebas dari makna peristiwa, maksud pengarang, kondisi sosiokultural pada waktu penciptaan lirik lagu, dan pandangan audien atau penikmat lagu, 3) apropriasi yaitu upaya mengaktualkan penafsiran lirik lagu sesuai dengan kondisi terkini, dan 4) analogi permainan merupakan upaya memperkaya penafsiran dengan memunculkan kreativitas peneliti.

Berdasarkan penjelasan unsur-unsur dan penerapan teori interpretasi hermeneutik Recouer yang telah diaparkan sebelumnya dapat dijelaskan bahwa titik tolak proses interpretasi dan penafsiran pada penelitian ini mengacu pada faktor kebebasan, baik terhadap pemaknaan lirik maupun pemaknaan yang dihasilkan dengan mencari keterkaitan makna lagu-lagu Minang dengan kajian beberapa aspek bidang keilmuan (multidisipliner), sehingga interpretasi dan penafsiran yang dihasilkan dapat memberikan makna baru sesuai dengan kebebasan dan kreativitas peneliti. Dengan kata lain, interpretasi dan penafsiran yang dilakukan dapat memberikan makna baru terhadap kandungan makna dan nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang serta sesuai dengan kondisi terkini.

Interpretasi dan penafsiran hermeneutik Ricouer secara multidisipliner meliputi aspek kebahasaan, aspek psikologi, aspek sosiokultural, dan aspek pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Aspek Kebahasaan

Lirik sebuah lagu tidak terlepas dari unsur bahasa dan sastera. Secara keseluruhan lirik lagu-lagu Minang menggunakan bahasa dan sastera Minang dan memiliki kaitan erat dengan pepatah-petitih adat, peribahasa, dan pantun. Bentuk penyajian lirik tersebut memiliki kandungan makna atau pesan yang luas, baik makna atau pesan yang dapat dipahami secara langsung (berdasarkan arti bahasa/kamus) maupun makna atau pesan secara tidak langsung (berdasarkan makna tersirat/kiasan).

Analisis aspek kebahasaan tersebut dilakukan untuk mengungkap makna lirik yang mengacu pada pemaparan dua jenis makna kata, yakni 1) makna denotasi, yakni makna kata atau kalimat yang mengacu atau menunjuk pada pengertian atau makna yang sebenarnya, dan 2) makna konotasi, yakni kata atau kalimat yang bermakna kiasan atau bukan makna yang sebenarnya, atau dengan kata lain disebut juga dengan makna ungkapan dan mengandung nilai-nilai emosi tertentu.

  • Aspek Musik

Proses penafsiran sebuah lagu tidak bisa lepas dari proses pengungkapan berbagai unsur atau elemen musik itu sendiri dan dilakukan secara parsial terhadap masing-masing lagu-lagu Minang. Proses interpretasi pada aspek musik dititikberatan pada dua hal, yakni a) unsur melodi, yakni kegiatan interpretasi yang dilakukan terhadap bagian-bagian unsur melodi lagu-lagu Minang. Bagian-bagian tersebut adalah proses identifikasi jarak nada (interval), gerak melodi, dan mengungkap kekhasan melodi Minang yang dikenal dengan sebutan galitiak/garinyiak (cengkok) Minang yang terkandung pada masing-masing lagu Minang, dan b) unsur ekspresi, yakni kegiatan analisis untuk mengidentifikasi unsur-unsur ekspresi dalam musik, seperti tempo, jangkauan nada (ambitus), dan pola irama khas yang terdapat pada masing-masing lagu Minang, serta menghubungkannya dengan tingkat kesulitan dalam proses menyanyikan lagu Minang dan mengungkap suasana serta nilai-nilai yang dilahirkan.

  • Aspek psikologi

Ditinjau dari aspek psikologi dapat dikemukakan bahwa baik musik atau lagu-lagu secara umum maupun lagu-lagu Minang memiliki keterkaitan erat dengan kondisi kejiwaan atau emosional, baik kondisi kejiwaan atau emosional yang dirasakan pencipta lagu, penyanyi atau pemain musik Minang, maupun para pendengar atau penikmat lagu-lagu Minang. Pencipta lagu berupaya untuk menghadirkan dan mengomunikasikan beragam suasana emosional kepada pendengar atau penikmat lagu-lagu Minang dengan harapan dapat mengungah rasa bahkan memengaruhi perilaku penikmat lagu-lagu Minang.

Proses menghadirkan dan mengomunikasikan beragam suasana emosional disertai dengan penyampaian berbagai makna dan pesan-pesan yang ditujukan pada para pendengar dan penikmat lagu-lagu Minang. Agar makna dan pesan-pesan tersebut sampai ke pendengar atau penikmat, pencipta lagu menggunakan berbagai stimulasi dengan menghadirkan berbagai suasana emosional yang terjadi pada orang-orang atau masyarakat Minangkabau secara umum, atau dengan kata lain melalui penyampaian beragam suasana emosional merupakan sarana bagi pencipta lagu untuk menyampaikan makna atau pesan-pesan kepada pendengar atau penikmat lagu-lagu Minang dengan men

  • Aspek Sosiokultural

Ide penciptaan lagu-lagu Minang secara umum bersumber dari alam dan kondisi realitas sosial budaya masyarakat Minang. Ide-ide yang bersumber dari alam, berupa kondisi alam, benda-benda alam, dan benda-benda buatan manusia yang berada di lingkungan sekitar, sedangkan kondisi realitas sosial budaya masyarakat berupa perilaku individu atau masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan kecenderungan dalam mengamalkan dan mengikuti norma-norma atau aturan-aturan adat budaya Minangkabau.

Mengacu pada alam dan kecenderungan realitas sosial budaya yang terjadi, berlaku, dan berkembang di lingkungan sosial budaya Minangkabau, para seniman atau pencipta lagu menyisipkan nasehat atau pesan-pesan yang dinilai penting untuk dipahami, dijalankan, dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga nilai-nilai tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melahirkan pemikiran, tindakan dan perilaku, serta menghasilkan benda-benda atau artifak budaya Minangkabau. Nilai-nilai yang berupa nasehat dan pesan-pesan yang terkandung dalam lagu-lagu Minang merupakan stimulasi untuk mewujudkan masyarakat Minang yang berkarakter dan tetap memegang teguh norma-norma atau aturan-aturan adat budaya Minangkabau.

Kajian aspek sosiokultural dititikberatkan pada upaya untuk mengungkap dan menginterpretasikan latar belakang proses penciptaan lagu-lagu Minang yang bersumber dari alam dan kondisi realitas sosial budaya masyarakat yang terjadi, berlaku, dan berkembang di masyarakat Minangkabau. Aspek sosiokultural sangat berkaitan dengan tingkat perkembangan manusia yang mengemukakan bahwa perkembangan manusia ikut dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya yang terjadi, berlaku, dan berkembang di lingkungan mereka.

  • Aspek Pendidikan

Keterkaitan makna lirik dan musik lagu-lagu Minang dengan aspek kebahasaan, musik, psikologi, sosiokultural, baik secara individu maupun secara berkelompok atau masyarakat dalam kesatuan adat budaya Minangkabau melahirkan nilai-nilai yang menjadi sumber atau pedoman bagi orang-orang atau masyarakat Minangkabau dalam melahirkan ide atau pemikiran yang termanifestasi dan dieskpresikan melalui tindakan dan perilaku, serta benda-benda (artifak) atau material budaya.

Nilai-nilai tersebut secara garis besar berisikan pengetahuan yang bersifat tuntunan atau nasehat, dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam lagu-lagu Minang tidak terlepas dari aspek pendidikan, baik secara praktis maupun praksis. Dengan kata lain, nilai-nilai tersebut merupakan wadah bagi praktisi dan praksis pendidikan dalam membentuk manusia agar menunjukkan tindakan dan perilakunya sebagai makhluk budaya serta mampu bersosialisasi dalam masyarakat dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup.

Keterkaitan nilai-nilai yang telah diungkap secara multidisipliner, terutama ketika dikaitkan dengan aspek pendidikan dapat dikatakan sebagai nilai-nilai yang bersifat mendidik (edukatif), yaitu nilai-nilai yang bersifat atau berfungsi mendidik orang-orang atau masyarakat adat Minangkabau dalam memenuhi kebutuhannya dan melangsungkan kehidupan, baik secara individu maupun kelompok atau masyarakat Minangkabau.

Proses hermeneutik dan interpretasi secara multidisipliner dilakukan diakhiri dengan dua tahapan, yaitu: 1) tahap proses identifikasi, yaitu proses pengungkapan nilai-nilai edukatif secara parsial (nilai-nilai edukatif yang terkandung di masing-masing lagu Minang), dan 2) tahap pengelompokan (pengklasifikasian) nilai-nilai edukatif secara keseluruhan atau holistik (nilai-nilai edukatif yang terkandung di keseluruhan lagu-lagu Minang.

Tentang Desyandri

Desyandri. Lahir di Suliki, Kab. 50 Kota Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 29 Desember 1972. Dosen Tetap di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Memperoleh gelar Ahli Madya (Amd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1996, Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1998. Memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) tahun 2011 Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana UNP. Memperoleh gelar Doktor (Dr) Ilmu Pendidikan tahun 2016 pada Program Studi Ilmu Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). E-mail: desyandri@yahoo.co.id
Pos ini dipublikasikan di Budaya dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke INTERPRETASI HERMENEUTIK LAGU-LAGU MINANG

  1. Mantab nih,
    lagu Minang bisa jadi bahan penelitian,

    Bisa minta referensinya pak ?

    • Desyandri berkata:

      Makasi pak, udah berkunjung…
      Tulisan tersebut baru sekilas penelitian disertasi saya, nanti kalo udah siap akan saya publish…
      Mohon bersabar ya pak… Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s