Revitalisasi Nilai-nilai Edukatif Lagu-lagu Minang untuk Membangun Karakter Peserta Didik

desyandri@yahoo.co.id

desyandri@yahoo.co.id

Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh warga sekolah (kepala sekolah, guru-guru, tenaga administrasi, masyarakat/orang, dan peserta didik terhadap nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang yang telah dipaparkan sebelumnya sekaligus menjadi dasar acuan proses revitalisasi, upaya-upaya yang dilakukan warga sekolah merupakan revitalisasi dalam rangka melestarikan dan mewariskan nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang untuk membangun karakter peserta didik di lingkungan pendidikan dasar pada kondisi sekarang. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa revitalisasi mengacu pada upaya-upaya: 1) identifikasi, 2) internalisasi, 3) sosialisasi, dan 4) enkulturasi .

  • Identifikasi

Proses identifikasi merupakan langkah untuk menemutunjukkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses mengungkap, menemukan, dan mengklasifikasikan nilai-nilai eduakatif yang terkandung dalam lagu-lagu Minang (telah dipaparkan dan dibahas pada proses interpretasi hermeneutik sebelumnya), serta proses melihat dan membuktikan di lapangan terkait dengan penerapan dan pemaknaan nilai-nilai edukatif tersebut oleh peserta didik di lingkungan pendidikan dasar. Dengan demikikan proses identifikasi mengacu pada dua bentuk, yakni 1) proses mengungkap, menemukan, dan mengklasifikasi nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang, dan 2) proses identifikasi upaya-upaya yang dilakukan dalam menerapkan dan mamaknai nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang tersebut dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Berdasarkan paparan hasil penelitian sebelumnya, berikut dikemukakan beberapa upaya identifikasi yang dilakukan oleh warga sekolah dalam menerapkan dan mamaknai nilai-nilai edukatif lirik lagu-lagu Minang untuk membangun karakter peserta didik di lingkungan pendidikan dasar, yaitu: 1) membelajarkan lagu-lagu Minang di lingkungan pendidikan dasar, baik dari segi musik maupun lirik, 2) mengidentifikasi makna-makna atau pesan-pesan yang terdapat dalam lagu-lagu Minang, 3) mengidentifikasi norma-norma atau aturan-aturan adat Minangkabau, 4) mengaitkan makna dan pesan tersebut dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, terutama ketika berada di lingkungan sekolah, 5) mengidentifikasi ikon-ikon budaya Minang yang terdapat dalam lagu-lagu Minang, 6) mengidentifikasi daerah-daerah yang diceritakan lagu-lagu Minang, dan 7) mengidentifikasi karakteristik lagu-lagu Minang, baik dari segi musik maupun lirik lagu.

  • Internalisasi

Internalisasi merupakan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah dan bertujuan untuk memberikan stimulasi agar masuk atau tertanam (dalam diri peserta didik) nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang dan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai acuan dalam melahirkan dan mengembangkan berbagai tindakan dan perilaku yang berkarakter, terutama karakter Minangkabau. Proses internalisasi tersebut berupa:

  • Sosialisasi

Sosialisasi merupakan proses atau kegiatan yang berhubungan dengan sistem sosial, seperti proses adaptasi (penyesuaian diri). Proses penyesuaian diri terbentuk dengan adanya proses interaksi (individu) dengan individu lain dengan beraneka ragam peranan sosial (kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, orang tua, orang yang lebih tua, teman sebaya, orang yang kecil darinya, saudara, orang lain). Peserta didik belajar untuk menyesuaikan diri dengan orang lain dan menyesuaikan diri dengan berbagai aturan-aturan sekolah atau norma-norma adat Minangkabau, sehingga terbentuklah kepribadian peserta didik yang baik.

Pembentukan kepribadian peserta didik yang baik tidak terlepas dari proses sosialisasi nilai-nilai edukatif yang muncul pada saat interaksi, terutama nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang. Penyosialisasian nilai-nilai edukatif oleh berbagai pihak baik di dalam atau di luar lingkungan sekolah memberikan stimulasi yang berharga bagi terbangunnya peserta didik yang berkarakter dan tetap mengakar pada adat dan budaya Minangkabau.

  • Ekulturasi

Enkulturasi merupakan proses atau kegiatan yang berawal dari proses penyesuaian hingga terciptanya kematapan pikiran, tindakan dan perilaku dalam diri manusia dengan adat, sistem norma, dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Proses enkulturasi merupakan akhir dari sebuah stimulasi yang ditujukan agar terwujudnya kemantapan pikiran, tindakan dan perilaku peserta didik yang mengacu pada norma-norma atau aturan-aturan adat budaya Minangkabau, salah satunya terkristalisasi ke dalam nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang.

Proses enkulturasi terhadap nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang untuk membangun karakter peserta didik di lingkungan pendidikan dasar berupa: 1) enkulturasi formal, 2) enkulturasi non-formal, dan 3) intervensi.

Enkulturasi Formal

Enkulturasi formal dilakukan khususnya dalam proses pembelajaran seni musik dan Budaya Alam Minangkabau (BAM) dan mata pelajaran lain di lingkungan pendidikan dasar.

Enkulturasi Non-formal

Enkulturasi non-formal dilakukan dengan memberikan pemodelan/ketauladanan tindakan dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang oleh seluruh warga sekolah (kepala sekolah, guru-guru, tenaga administrasi, dan masyarakat/orang tua) terhadap peserta didik di lingkungan pendidikan dasar.

Intervensi

Upaya intervensi terhadap penerapan nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang secara umum dapat dilakukan oleh berbagai pihak, seperti: a) pendidik dan tenaga kependidikan (kepala sekolah, guru-guru, tenaga administrasi), b) masyarakat/orang tua, dan c) dinas pendidikan tingkat kota atau unit pelaksana teknis (UPT) dinas pendidikan tingkat kecamatan.

Tentang Desyandri

Desyandri. Lahir di Suliki, Kab. 50 Kota Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 29 Desember 1972. Dosen Tetap di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Memperoleh gelar Ahli Madya (Amd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1996, Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Padang tahun 1998. Memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) tahun 2011 Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana UNP. Memperoleh gelar Doktor (Dr) Ilmu Pendidikan tahun 2016 pada Program Studi Ilmu Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). E-mail: desyandri@yahoo.co.id
Pos ini dipublikasikan di Music Education dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s